INDOZONE.ID - Menanggapi krisis pasca banjir dan longsor di Sumatra, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) mengirim tim medis lintas disiplin ke wilayah terdampak.
Siap Dikirim ke Zona Krisis
Baca juga: Kampus UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang di Sumatra Barat Dukungan hingga Lulus
Sejak Selasa 2 Desember 2025, tim awal UGM yang terdiri dari dokter bedah dan spesialis manajemen bencana, telah diberangkatkan ke Aceh.
Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK, Dr. dr. Sudadi Sp.An., menyebutkan bahwa total personel yang dikirim mencapai 15 tenaga medis, dengan dukungan jejaring Academic Health System (AHS) melibatkan 15 rumah sakit di Yogyakarta.
Formasi tim mencakup dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter anak, perawat, perawat anestesi, ahli gizi, serta tenaga teknik yang bertugas menyiapkan kebutuhan dasar seperti air dan listrik. Tim logistik dan mahasiswa juga dilibatkan untuk mendukung operasional di lapangan.
Fokus Utama: Aceh Utara, Prioritas Penanganan
Aceh Utara dipilih sebagai lokasi prioritas karena tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah. Penetapannya dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
UGM pun telah mengajukan proposal kerjasama melalui skema Design Tech bersama Universitas Teuku Umar di Meulaboh, guna memperluas jangkauan tim bantuan ke Aceh Barat jika disetujui.
Dari Asesmen ke Misi Bertahap
Langkah awal yang dilakukan tim adalah asesmen kebutuhan di lapangan dengan memetakan kondisi korban, rumah sakit terdampak, serta kebutuhan logistik dan medis.
“Dengan pemberangkatan tim asesmen, yakni saya dan Apt. Gde selaku ahli manajemen dan epidemiologi bencana, kami berdua bisa saling melengkapi dalam hal pembuatan planning, persiapan operasional pemberangkatan team dan kesiapan logistik team serta RS sasaran,” jelas dr. Agung Widianto seperti yang dilansir dari laman resmi UGM, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Solusi Cegah Banjir: ITS Kembangkan Paving Porous dari Limbah Fly Ash
UGM menargetkan melakukan empat sampai lima kali pemberangkatan hingga kondisi masyarakat terdampak memasuki tahap pemulihan.
Rencana ini juga termasuk pembentukan tim darurat atau emergency team FK-KMK UGM sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id