Senin, 08 DESEMBER 2025 • 13:20 WIB

Tiga Kampus di Aceh Dirikan Posko dan Dapur Umum, Sediakan 500 Porsi Makan Tiap Hari

Author

Dapur umum di Aceh (kemdiktisaintek.go.id)

INDOZONE.ID - Tiga kampus di Aceh membuka posko dapur umum untuk korban dampak bencana Sumatera, dan menyediakan 500 porsi makanan setiap harinya.

Kampus tersebut yaitu Universitas Syiah Kuala (USK), Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dan Universitas Al-Muslim Bireuen.

"Dapur umum di Syiah Kuala menyediakan hingga 500 porsi makan per hari, baik untuk mahasiswa, juga warga yang terdampak," kata Rektor USK Marwan, dilansir ANTARA.

Baca juga: Banjir Bandang Palembayan Renggut Ratusan Nyawa: Tim Tanggap Bencana UNAND Terobos Hamparan Lumpur Tebal

Pendirian Posko Bantuan dan Dapur Umum

Marwan menyebut bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), untuk pendataan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang terdampak.

"Untuk mendukung proses pemulihan, USK juga menetapkan masa libur kuliah sementara hingga 13 Desember 2025. Kami menggerakkan fungsi pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, ini adalah respons kolaborasi baik antara perguruan tinggi dan Kemdiktisaintek untuk penanggulangan bencana di beberapa titik terdampak di Sumatera.

"Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan dengan baik pada masa tanggap darurat hingga masa rehabilitasi serta rekonstruksi bencana," ucap Marwan.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Keuntungan Mahasiswa Menjadi Sukarelawan

Sementara itu, Rektor ISBI Aceh, Wildan mengungkapkan bahwa kampusnya sudah mengoperasikan dapur umum dan posko tanggap darurat. Untuk penyediaan makanan, dilakukan dua kali dalam sehari.

Sedangkan Ketua Satgas Bencana Universitas Al-Muslim Afkar, Afkar, mengatakan bahwa kampusnya juga sudah membuka dapur umum. Dapur ini difungsikan untuk melayani mahasiswa terdampak, khususnya yang komunikasinya masih terputus dengan keluarga.

Baca juga: Terobosan COLSENSE UNAIR: Deteksi Bakteri E. Coli di Air Kini Cuma Butuh Hitungan Jam!

Wujud Nyata Ilmu, Teknologi, dan Inovasi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan hadirnya para akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan sebagai wujud dari ilmu, teknologi, dan inovasi.

Mereka hadir dan bekerja untuk masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat seperti yang terjadi di Sumatera saat ini.

Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Juara 2 GBSN 2025 Lewat Solusi Distrbusi Logistik Berkelanjutan

Menteri Brian menyebut bahwa pihaknya menyiapkan 28 posko bencana perguruan tinggi dan 11 perguruan tinggi pendukung, untuk program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana.

"Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU