Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 16:20 WIB

UNAND Kerahkan 500 Mahasiswa KKN untuk Bersihkan Lumpur dan Siapkan Trauma Healing

Author

Mahasiswa membersihkan rumah dan fasilitas umum yang penuh lumpur (unand.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Andalas (UNAND) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Kebencanaan, melakukan kegiatan gotong royong di Simpang Pasir–Pasar Baru.

Aksi tersebut merupakan bagian dari serangkaian langkah yang diambil UNAND untuk mendukung proses pemulihan di wilayah yang terdampak bencana

Baca juga: Banjir Bandang Palembayan Renggut Ratusan Nyawa: Tim Tanggap Bencana UNAND Terobos Hamparan Lumpur Tebal

Sebanyak 500 mahasiswa UNAND dikerahkan untuk membantu masyarakat. Didampingi Rektor dan jajaran pimpinan, mahasiswa turun langsung membersihkan rumah warga dan fasilitas umum yang diselimuti lumpur.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pembelajaran di Luar Kampus (UPT PDK) UNAND, Jonrinaldi, menjelaskan bahwa tahap awal KKN Kebencanaan fokus pada pembersihan jalan dan lingkungan.

Kondisi jalanan yang penuh lumpur basah maupun kering harus segera dibersihkan agar kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal.

Baca juga: LPDP Rilis Beasiswa Khusus Penyandang Disabilitas 2025: Ini Syarat, Dokumen, dan Fasilitas yang Didapatkan

“Saat ini mahasiswa fokus untuk gotong royong terlebih dahulu membersihkan jalan. Setelahnya, barulah mahasiswa menyusun program-program lanjutan yang sesuai untuk kebutuhan recovery,” tuturnya.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menekankan bahwa program KKN bertema kebencanaan ini adalah bentuk respons cepat UNAND.

Program tersebut memiliki tiga fokus utama. Pertama, selama masa tanggap darurat, mahasiswa turut membantu membersihkan rumah dan fasilitas publik. 

Baca juga: Rekayasa Kosmetik ITERA: Program Sarjana Kosmetik Pertama dan Satu-satunya di Indonesia!

Kedua, mereka akan rutin melaksanakan trauma healing selama tiga bulan ke depan bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak.

Ketiga, melalui Rumah Sakit UNAND, universitas siap menerima dan menangani korban yang membutuhkan perawatan intensif.

Selain aksi bersih-bersih, agenda gotong royong juga diiringi dengan penyaluran bantuan dari BTN dan UNAND kepada masyarakat terdampak, yang diserahkan langsung oleh Rektor. 

Baca juga: Gerak Cepat USK Tangani Dampak Siklon Senyar: Bantuan Darurat Tahap Pertama Mendarat di Pidie Jaya

UNAND juga memastikan dukungan berkelanjutan dengan menurunkan tenaga ahli, termasuk psikolog, untuk memberikan intervensi sesuai dengan keilmuan masing-masing.

Melalui kehadiran mahasiswa dan tenaga ahli KKN Kebencanaan, UNAND berharap dapat mempercepat proses pemulihan fisik, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan lebih terarah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unand.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU