"Jejak Manisnya Gula" Menggugah Publik, Dokumenter Mahasiswa UM Sukses Bedah Sejarah Industri Tebu Malang
INDOZONE.ID - Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan sesi pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudul "Jejak Manisnya Gula" yang berhasil membangkitkan rasa penasaran publik.
Karya yang dibuat oleh mahasiswa Departemen Sejarah UM ini resmi dibedah dalam forum di Malang Creative Center (MCC) pada 9 Desember 2025.
Baca juga: After Movie ‘Biak Elok 2024’ KKN UGM: Dokumenter yang Menyatukan Mahasiswa dan Warga Biak Numfor
Acara tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk akademisi, mahasiswa, dan pemerhati sejarah, yang antusias untuk menelusuri kembali perkembangan industri gula di Malang.
Film ini adalah hasil karya mahasiswa semester 7 Departemen Sejarah UM. Melalui narasi historis dan rangkaian visual, karya tersebut mengupas perjalanan panjang produksi gula di wilayah tersebut.
Dokumenter menghadirkan gambaran utuh tentang peran industri tebu dalam identitas ekonomi Malang, meliputi perkembangan perkebunan dan pabrik tebu dari masa kolonial hingga dinamika ekonomi dan perubahan fungsi di era modern.
Baca juga: Dosen IPB University Kembangkan 'Kayu Magnet' dari Limbah Industri sebagai Solusi Ramah Lingkungan
Ahmad Riza Wijaya, produser film tersebut, mengungkapkan bahwa proses produksinya diawali dengan riset yang mendalam.
“Pembuatan film ini berlangsung selama tiga bulan dan mulai dikerjakan sejak semester enam,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa tim produksi berfokus pada penyusunan dokumentasi sejarah yang akurat, dan memastikan estetika visual yang kuat agar pesan historis dapat tersampaikan dengan efektif.
Baca juga: Mahasiswa Itera Putar Film "Arang" di Sekolah, Cegah Pelajar Kecanduan Judi Online
Sesi bedah film tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap karya mahasiswa, tetapi juga membuka ruang diskusi yang konstruktif.
Para peserta diajak memahami keterkaitan antara dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan transformasi ekonomi yang memengaruhi kelangsungan pabrik gula di Malang, dari masa kejayaan kolonial hingga kondisi kontemporer.
Penayangan ini berfungsi sebagai sarana edukasi publik guna menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah lokal. Selain itu, upaya ini juga memperkuat literasi budaya generasi muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Um.ac.id