Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Banjir: Bebas Biaya Studi hingga Pendampingan Psikolog

Author

Donasi yang dihimpun melalui civitas academica UMY dan disalurkan via Lazismu UMY (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerapkan kebijakan keringanan biaya studi bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hal ini berangkat dari kondisi di wilayah terdampak sangat sulit, sebab banyak orang tua kini tidak mampu lagi membiayai pendidikan anak mereka.

Baca juga: D-DART UNDIP Terjun ke Lokasi Banjir Sumbar, Sediakan Layanan Medis hingga Psikososial

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa respons ini sejalan dengan misi dakwah, kemanusiaan, dan profesional yang dipegang teguh oleh UMY.

“Kita punya misi dakwah, misi kemanusiaan, tetapi juga misi profesional. Karena kita berada di bawah Muhammadiyah, maka untuk kasus bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mahasiswa-mahasiswa yang terdampak akan kita berikan keringanan,” terang Prof. Nurmandi.

Keringanan yang diberikan bersifat fleksibel, dan disesuaikan dengan tingkat kerusakan atau kehilangan yang dialami keluarga mahasiswa. 

Baca juga: 10 Tips Ala Harvard Asah Skill Public Speaking, Cocok untuk Mahasiswa yang Mau Keluar dari Zona Nyaman

“Jika kondisi mereka sangat parah, orang tua tidak punya penghasilan lagi, rumah hilang, atau lahan pertanian rusak, maka kita usahakan minimal satu semester gratis. Jika kondisi belum membaik, kita pertimbangkan lagi. Dalam kasus tertentu, kalau memang sangat berat, bisa saja hingga mereka selesai kuliah,” jelasnya.

Tak hanya itu, UMY juga menyalurkan bantuan untuk mahasiswa—yang hingga kini tercatat berjumlah 26 orang terdampak langsung, di mana keluarganya tidak lagi mampu memberikan dukungan finansial.

Donasi dihimpun melalui civitas academica UMY dan disalurkan via Lazismu UMY. Pada momen wisuda 10 Desember 2025, total dana yang terkumpul mencapai Rp62.179.033. 

Baca juga: Wisuda UPH 2025: Lantik 1.989, Siap Berdaya Saing dan Berdampak untuk Indonesia

UMY juga menyiapkan tim psikolog dan dosen untuk mendampingi mahasiswa yang mengalami trauma pascabencana.

Mengingat banyak penyintas bencana mengalami gangguan mental akibat kehilangan barang, rumah, bahkan orang tua.

Prof. Nurmandi menekankan pentingnya pendampingan psikologis agar mahasiswa dapat tetap tabah dan semangat belajar di tengah ujian berat yang mereka hadapi. 

Baca juga: Canggih! NTU Jadi Institut Pendidikan Tinggi Pertama di Singapura yang Pakai Aplikasi AI untuk Pertolongan Pertama Psikologis

Lebih lanjut, UMY juga menyatakan kesiapannya untuk menurunkan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun dosen untuk membantu proses rehabilitasi di wilayah terdampak.

Bantuan tersebut dapat mencakup perbaikan lingkungan, desain ulang permukiman, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umy.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU