Ilustrasi mahasiswa berbicara di depan umum. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Berbicara di depan umum entah saat presentasi tugas, lomba, atau orasi kampus sering membuat gugup dan ketakutan. Tapi, rasa gugup itu bisa dikelola.
Ada 10 tips ala Harvard yang efektif untuk memperbaiki public speaking, sehingga suara bisa menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan jelas.
Baca juga: 12 Tips Simpel Tingkatkan Percaya Diri untuk Mahasiswa yang Sering Ngerasa Ragu Sama Diri Sendiri
Reaksi seperti jantung berdebar atau tangan gemetar saat hendak tampil adalah hal wajar. Gak perlu diartikan sebagai tanda akan gagal. Justru, adrenalin bisa membuat seseorang lebih fokus. Rahasianya ada pada persiapan matang dan latihan rutin.
Sebelum membuat pidato atau presentasi, pikirkan siapa yang akan mendengarkan. Dengan mengenal audiens usia, latar belakang, minat materi bisa disesuaikan sehingga pesan lebih gampang diterima.
Buat kerangka dengan menententukan topik, gagasan utama, hingga poin-poin penting. Struktur yang jelas membantu penyampaian jadi logis dan mudah diikuti.
Saat berbicara, perhatikan reaksi pendengar. Jika ada kebingungan atau minat yang turun, segera adaptasi gaya penyampaian atau nada bicara agar tetap menarik.
Menjadi diri sendiri lebih efektif daripada meniru gaya orang lain. Ketulusan dan keunikan karakter bisa membuat penyampaian terasa lebih autentik dan meyakinkan.
Menggabungkan anekdot, kisah personal, atau humor yang relevan bisa membuat presentasi lebih hidup. Audiens akan lebih mudah terhubung dan ingat dengan apa yang disampaikan.
Membaca kata per kata membuat interaksi dengan audiens terputus. Gunakan poin-poin saja, agar tetap bisa menjaga kontak mata dan menjaga suasana alami.
Gestur tangan, ekspresi wajah, serta intonasi suara ikut menyampaikan pesan. Hindari gerakan canggung fokus ke artikulasi dan bahasa tubuh yang mendukung pesan.
Pembuka bisa berupa fakta mengejutkan, pertanyaan menarik, atau kutipan kuat. Lalu akhiri dengan ringkasan poin penting dan pesan utama yang menempel di ingatan audiens.
Jika menggunakan slide, gambar, atau video pastikan mereka mendukung, bukan mendominasi. Visual hanya memperkuat poin, bukan menggantikan esensi komunikasi.
Baca juga: 6 Sikap Ngobrol yang Bikin Disukai Banyak Orang, Tips Komunikasi Positif ala Mahasiswa Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Professional.dce.harvard.edu