Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 16:11 WIB

Keripik Pisang Ani Naik Kelas! Berbekal Branding IPB, Produk Lokal Ini Siap Bersaing dengan Pabrikan Besar

Author

Pelatihan branding, labelling, dan packaging yang diselenggarakan tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID – Lismawati, pengusaha keripik pisang di Banjarsari, Ciamis, mewujudkan impiannya untuk memiliki produk dengan kemasan dan label yang menarik berkat program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University.

Lismawati, yang akrab disapa Ani, telah menjalankan usahanya selama lebih dari dua tahun. 

Baca juga: KKN UNY Dorong Keterampilan Warga Bantul, Ajarkan Resep Nugget Tempe yang Bisa Jadi Produk Unggulan Lokal

Namun, selama ini, ia hanya menjual keripiknya dalam kemasan plastik kiloan tanpa merek di warung-warung sekitar desa.

Kondisi tersebut menyebabkan keuntungan yang didapatnya sangat tipis. Meski begitu, ia tetap mempertahankan usahanya demi membantu perekonomian keluarga.

“Dari dulu ingin punya merek sendiri, tapi saya tidak tahu caranya,” ujar Ani saat menghadiri pelatihan peningkatan kapasitas pemasaran yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Banjarsari.

Harapan tersebut mulai terwujud setelah ia mengikuti pelatihan intensif mengenai branding, labelling, dan packaging. 

Baca juga: Tanggapi Darurat Literasi, UAJ Lengkapi Saung Baca Suradita: Ada Pelatihan, Pendampingan dan Sarana Belajar

Tim Dospulkam IPB University, yang terdiri dari Dr. Yusalina (ketua), Prof. Dwi Rachmina, Dr. Netti Tinaprilla, Eva Yolinda Aviny, SP, MM, dan Tursina Andita Putri, SE, MSi, memberikan materi yang berfokus pada strategi branding UMKM.

Hal ini meliputi teknik pengemasan yang higienis dan menarik, serta prosedur pembuatan label yang memenuhi standar PIRT.

“UMKM pangan lokal memiliki potensi besar jika dikelola dengan branding yang baik. Kami ingin membantu mereka naik kelas melalui pelatihan praktis seperti ini,” ujar Eva Yolianda.

Momen keberhasilan yang paling menonjol bagi Ani adalah saat praktik mendesain label, di mana ia berhasil menamai produknya “Kripisani-Keripik Pisang Ani”. 

Baca juga: Unpad Gandeng UMKM, Strategi Jitu Perkuat Branding Kampus di Kancah Global

Desain label sederhana berwarna kuning cerah yang menampilkan gambar pisang membuatnya merasa bangga.

“Senang sekali akhirnya keripik saya punya nama sendiri. Rasanya ingin cepat-cepat mencetak labelnya dan menempel di plastik kemasan,” ungkapnya.

Ani menuturkan akan lebih percaya diri saat menawarkan produk kepada reseller, karena kemasan baru membuat produknya mampu bersaing dengan produk pabrikan besar di toko.

Baginya, memiliki merek "Kripisani" adalah awal dari mimpi besarnya untuk dikenal luas dan dapat meningkatkan penghasilan keluarga.

Baca juga: Bangga! Paduan Suara SMP Labschol Cirendeu Juara di Malaysia

Tak hanya Ani, pelatihan juga melibatkan 25 pelaku UMKM pangan lokal lainnya di Kecamatan Banjarsari, mulai dari penjual rengginang hingga opak singkong.

Reva, Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi Kecamatan Banjarsari, menyambut baik inisiatif dosen IPB dan berharap peningkatan kemasan dapat mendongkrak nilai jual produk warga serta perputaran ekonomi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU