Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 11:40 WIB

Kolaborasi UNDIP, UNAND, dan Persagi Lindungi Balita serta Ibu di Sumatera dengan Gizi Vital

Author

Puskesmas Kuto Alam serta SD Negeri 5 yang difungsikan sebagai posko pengungsian (undip.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Andalas (UNAND), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyediakan layanan gizi vital bagi kelompok rentan yang terdampak bencana di Sumatera.

Kegiatan yang dipimpin oleh Tim Gizi Bencana Relawan Kedua D-DART UNDIP ini berfokus pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

Baca juga: UNDIP Bergerak untuk Sumatera: Mahasiswa Terdampak Bencana Bebas UKT hingga Kirim Relawan dan Teknologi Air Bersih

Langkah awal kolaborasi melibatkan koordinasi lintas institusi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi.

Pada 12 Desember 2025, Tim Gizi Bencana UNDIP dan UNAND melakukan koordinasi awal di Puskesmas Kuto Alam dan SD Negeri 5, yang berfungsi sebagai posko pengungsian.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan teknis dan tujuan pelaksanaan program, yang disambut dengan dukungan penuh dari Tenaga Pelaksana Gizi, kader kesehatan, dan guru PAUD setempat.

Selanjutnya, pada 13 Desember 2025, tim mengunjungi Puskesmas Pauh, Kota Padang, untuk berkoordinasi dengan penyedia katering dan kader kesehatan lokal. 

Baca juga: Keripik Pisang Ani Naik Kelas! Berbekal Branding IPB, Produk Lokal Ini Siap Bersaing dengan Pabrikan Besar

Koordinasi bertujuan memfinalisasi lokasi dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan memastikan kedekatan dengan sasaran program.

Meskipun awalnya meninjau lokasi di sekitar posko Kuto Alam, tim memutuskan memindahkan dapur PMBA ke Lubuk Basung karena lokasi awal belum memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan.

Lubuk Basung dinilai lebih representatif karena memiliki dapur umum yang lebih bersih dan aman.

UNDIP dan UNAND Beri Layanan Gizi untuk balita dan ibu hamil korban bencana Sumatra (undip.ac.id)

Kegiatan PMBA secara resmi dimulai pada 15 Desember 2025, di wilayah Pauh, dan menargetkan 75 balita. 

Baca juga: Program MULTISOY UPI Wujudkan Pemanfaatan Bahan Pangan Berkelanjutan

Selama 15 hari, setiap balita akan menerima dua kali makan utama dan satu kali makanan selingan per hari.

Proses penyaluran melibatkan sinergi antara Tim Gizi Bencana UNDIP, mahasiswa UNAND, kader kesehatan, dan warga sekitar, sekaligus memberdayakan komunitas lokal dalam pemulihan pascabencana.

Selain balita, program ini juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 50 ibu hamil dan ibu menyusui dengan durasi 15 hari yang sama.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. 

Baca juga: Berani Angkat Video Isu Kesehatan Mental, Mahasiswa Ubaya Raih Juara 2 Dekativity 2025

Kolaborasi juga didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, yang siap membantu dalam aspek supervisi kegiatan.

Melalui program ini, UNDIP dan mitra strategisnya menekankan bahwa penanganan bencana melampaui fokus darurat, beralih pada investasi jangka panjang melalui pemenuhan gizi yang layak bagi generasi mendatang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Undip.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU