UNDIP Peduli Bencana Sumatera. (Foto: Instagram @undip.official)
INDOZONE.ID - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan duka mendalam sekaligus tantangan besar bagi masyarakat setempat.
Tidak hanya rumah dan fasilitas umum yang terdampak, tetapi juga keberlangsungan pendidikan, termasuk bagi mahasiswa Universitas Diponegoro yang berasal dari daerah terdampak.
Menyikapi situasi ini, UNDIP menunjukkan kepedulian nyata dengan bergerak cepat melalui berbagai langkah kemanusiaan.
Universitas Diponegoro hadir bukan sekadar menyampaikan simpati, tetapi juga memastikan mahasiswa dan masyarakat Sumatera tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.
Dari pengiriman relawan hingga kebijakan akademik, UNDIP menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berpihak pada nilai kemanusiaan.
Baca juga: Seruan Damai dari Undip: Rektor, Dosen, dan Mahasiswa Bersatu untuk Indonesia yang Bermartabat
Sebagai bentuk respons langsung, UNDIP mengirimkan dua tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team atau D-DART ke wilayah terdampak di Sumatera Barat. Tim pertama diberangkatkan pada 2 Desember 2025, disusul tim kedua pada 10 Desember 2025.
Dalam misi kemanusiaan ini, D-DART membawa relawan dari berbagai klaster, mulai dari tenaga kesehatan, pendampingan psikososial, hingga logistik.
Pada pengiriman tim kedua, UNDIP juga berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Kedokteran UNDIP atau IKA Medica, yang bergabung bersama relawan Fakultas Kedokteran UNDIP yang sebelumnya telah bertugas di Aceh.
Kolaborasi lintas angkatan ini memperkuat layanan medis di lapangan, termasuk tindakan bedah emergensi terbatas serta pelayanan kesehatan umum.
UNDIP juga terus berkoordinasi dengan Ikatan Alumni UNDIP di berbagai daerah terdampak yang aktif menjadi relawan di setidaknya tiga lokasi bencana.
Di lokasi pengungsian, tim relawan UNDIP memusatkan perhatian pada pemulihan kondisi masyarakat. Layanan kesehatan dasar menjadi prioritas, termasuk pemantauan kondisi korban pascabencana agar tidak muncul masalah kesehatan lanjutan.
Pendampingan psikososial juga dilakukan, terutama untuk anak-anak dan lansia yang rentan mengalami trauma. Melalui pendekatan humanis, relawan berupaya membantu mereka kembali merasa aman dan tenang.
Selain itu, pemenuhan gizi pascabencana turut menjadi perhatian. Relawan mendukung penyediaan makanan bergizi di titik-titik pengungsian, khususnya bagi keluarga dan anak-anak agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release