Aksi Seruan Damai Undip pada 4 September 2025. (Foto: Instagram @undip.official)
INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan perannya sebagai kampus yang peduli pada kondisi bangsa.
Pada 4 September 2025, Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas dan perwakilan mahasiswa berkumpul di lapangan Widya Puraya untuk menyampaikan seruan damai terkait situasi politik dan sosial di Indonesia.
Aksi seruan damai Undip ini jadi momentum penting, bukan hanya bagi civitas academica Undip, tapi juga sebagai pesan kuat untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam seruannya, Undip menekankan duka cita mendalam terhadap korban jiwa yang jatuh akibat aksi demonstrasi beberapa waktu terakhir.
Mereka menegaskan, kehilangan bukan hanya soal angka, tapi juga rasa sakit bagi keluarga dan bangsa. Karenanya, tragedi ini harus jadi pelajaran penting supaya kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Undip juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik. Kekerasan bukanlah jawaban, karena hanya akan menambah luka dan memperlebar jarak antara rakyat dengan pemegang kebijakan.
Nah yang menarik, aksi ini nggak cuma datang dari pimpinan kampus. Mahasiswa Undip ikut turun langsung menyuarakan aspirasi mereka.
Dengan membawa poster dan spanduk, mereka menyampaikan pesan damai bahwa demokrasi harus tetap dijaga. Kebebasan berpendapat itu hak semua orang, tapi tetap harus dijalankan dengan cara-cara bermartabat.
Baca juga: ICOCAS 2025: FIB Undip Sukses Gelar Konferensi Internasional Selama Dua Hari yang Penuh Inspirasi
Aksi Seruan Damai Undip pada 4 September 2025. (Foto: Instagram @undip.official)
Kolaborasi antara rektor, dosen, dan mahasiswa dalam satu barisan membuat aksi ini terasa makin kuat. Semua terlihat sepakat bahwa masa depan Indonesia hanya bisa dijaga dengan persatuan dan semangat kebersamaan.
Dalam poin-poin seruannya, Undip mendorong agar pemerintah dan DPR segera mengevaluasi kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat.
Mereka juga menegaskan pentingnya transparansi, keterbukaan, serta keberanian untuk mendengar suara publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Instagram