Ilustrasi mahasiswa. (Freepik)
INDOZONE.ID - IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) menjadi tolok ukur utama pencapaian akademik mahasiswa selama kuliah. Nilai ini dihitung dari gabungan seluruh nilai mata kuliah berdasarkan bobot nilai dan jumlah SKS yang ditempuh.
Cara menghitung IPK cukup mudah, yaitu dengan memahami konversi nilai huruf ke angka mutu, menjumlahkan bobot nilai, lalu membaginya dengan total SKS.
Berikut rumus untuk menghitung IPK agar tidak keliru.
Baca juga: Kisah Inspiratif Tita: Dari Penerima KIP-K hingga Jadi Mahasiswa Berprestasi UNY
Catat seluruh mata kuliah yang diambil dalam satu semester atau tahun akademik, lalu jumlahkan nilai akhirnya.
Nilai biasanya berbentuk huruf (A, B, C, dan seterusnya) yang telah dikonversi menjadi angka sesuai ketentuan kampus.
Selanjutnya, hitung jumlah SKS dari setiap mata kuliah. SKS menunjukkan bobot tiap mata kuliah terhadap total beban studi yang kamu jalani.
Setelah total nilai dan total SKS diketahui, gunakan rumus berikut:
IPK = Total Nilai ÷ Total SKS
Hasil perhitungan inilah yang menjadi IPK sebagai indikator pencapaian akademik mu.
Baca juga: Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Apa Bedanya dan Mengapa Penting Dipahami Mahasiswa?
Di perguruan tinggi, nilai akhir mahasiswa umumnya tidak ditulis dalam skala 0–100 pada transkrip akademik.
Nilai tersebut biasanya diubah menjadi huruf mutu yang memiliki bobot angka tertentu sebagai dasar perhitungan IPK.
Meski sistem konversi di setiap kampus bisa sedikit berbeda, umumnya perguruan tinggi di Indonesia menerapkan standar penilaian yang hampir sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, LSPR, Aku Pintar