Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan konseling (Freepik)
INDOZONE.ID - Masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa sering kali diabaikan. Banyak mahasiswa mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi, tetapi tidak tahu harus mencari bantuan ke mana.
Dalam hal ini, kampus memiliki peran penting dalam menyediakan layanan konseling yang aman, mudah diakses, dan tidak memberikan stigma negatif.
Baca juga: Siapkah Kamu? Ini 5 Realita Dunia Kerja yang Berbeda Jauh dari Kehidupan Kampus
Mahasiswa sedang berada pada masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Memasuki fase ini, mereka harus belajar menjadi lebih mandiri sekaligus menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik dan kewalahan dalam mengadapinya, kondisi tersebut dapat memicu masalah kesehatan mental.
Padahal, kesehatan mental berperan penting dalam kemampuan mahasiswa menghadapi tekanan, menjalin hubungan dengan orang lain, mengambil keputusan, serta mencapai prestasi akademik.
Baca juga: Mengapa Skripsi Terasa Berat? Kenali 5 Faktor Penghambat yang Sering Muncul
Layanan konseling di kampus menjadi fasilitas penting yang membantu mahasiswa mendapatkan dukungan emosional dan psikologis selama menjalani perkuliahan.
Melalui layanan ini, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan konselor kampus untuk menghadapi berbagai masalah, baik yang berkaitan dengan akademik maupun kehidupan pribadi.
1. Mengenali dan Memahami Kondisi Mentalnya
Konselor membantu mahasiswa menyadari perasaan, pikiran, serta kondisi mental yang sedang dialami, sehingga mereka lebih memahami diri sendiri.
2. Menyusun Strategi untuk Mengatasi Tekanan atau Kecemasan
Mahasiswa dibimbing untuk menemukan cara yang tepat dalam menghadapi stres, tekanan tugas, maupun kecemasan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Pengelolaan Emosi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stekom.ac.id