Ilustrasi lulusan yang baru mulai bekerja (Freepik)
INDOZONE.ID - Masuk ke dunia kerja setelah lulus kuliah seharusnya menjadi momen yang ditunggu oleh banyak orang.
Namun, banyak lulusan baru justru merasa terkejut dan kewalahan ketika mulai bekerja. Perubahan drastis antara kehidupan kampus dan kehidupan profesional, sering kali membuat mereka bingung dan stres.
Di bangku kuliah, penilaian akan didapatkan dari hasil tugas, ujian, atau presentasi. Jadwal kuliah pun sering kali lebih fleksibel.
Sementara itu, di dunia kerja, kamu harus bisa membuktikan hasil yang nyata, memenuhi target, dan menyelesaikan tugas sesuai deadline yang telah ditetapkan.
Tidak ada dosen yang mengingatkan atau memberi toleransi, seperti tugas kuliah dulu. Perbedaan ritme ini sering membuat banyak fresh graduate terkejut.
Ketika kuliah, melakukan kesalahan masih dianggap bagian dari proses belajar. Sebaliknya, di tempat kerja, kesalahan bisa berdampak pada tim, pelanggan, atau bahkan reputasi perusahaan.
Oleh karena itu, kamu dituntut untuk lebih mandiri, cepat memutuskan sesuatu, dan bertanggung jawab penuh atas hasil kerja.
Tidak semua perusahaan menyediakan mentor atau pembimbing di tempat kerja seperti dosen pembimbing di kampus.
Kuliah sering menekankan teori dan konsep. Di sisi lain, dunia kerja bukan hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis.
Hal tersebut biasanya meliputi komunikasi profesional, kerja sama tim, dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.
Banyak perusahaan yang justru menilai soft skill (kemampuan sosial dan profesional) sama pentingnya, bahkan lebih penting daripada sekadar nilai IPK tinggi.
Kehidupan di kampus biasanya lebih santai, dengan jam belajar dan istirahat yang fleksibel, serta suasana sosial terasa dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stekom.ac.id