Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 11:52 WIB

Tanggapi Kritik Ketua BEM UGM, Pengamat Politik Sebut MBG Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Tanggapi Kritik Ketua BEM UGM, Pengamat Politik Sebut MBG Kunci Menuju Indonesia Emas 2045Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Kritik Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai dibincangkan publik belakangan ini.

Kritik Tiyo turut disoroti Ali Rif’an, Executive Director Arus Survei Indonesia yang sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tiyo mengkritik program MBG sebagai kebijakan yang bermasalah dari sisi gizi, sehingga memicu perdebatan luas dan viral di berbagai kanal media sosial.

Menanggapi itu, Ali menilai kritik yang disampaikan ketua BEM UGM tersebut merupakan bagian dari aspirasi publik yang sah dalam aturan negara demokrasi.

80,7% Gen-Z Puas dengan Program MBG

Baca juga: Lagi Puasa tapi Ingin Skripsi Tetap Jalan Terus? Begini Triknya!

Berdasarkan fakta di lapangan, hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Januari 2026 menunjukkan 80,7 persen masyarakat, khususnya Gen Z, menyatakan puas terhadap program MBG. 

"Hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Januari 2026 itu menyebutkan sebesar 80,7 persen Gen-Z puas dengan program MBG," kata Ali Rif'an, dikutip dari video yang diterima INDOZONE, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai perbedaan antara kritik mahasiswa dan tingkat kepuasan publik merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam negara demokrasi.

Menurutnya, kritik bisa saja merepresentasikan sebagian kecil kelompok yang belum merasa puas, sedamgkan mayoritas masyarakat menilai program tersebut memberikan manfaat.

Ali menjelaskan, tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap program MBG tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia saat ini.

Baca juga: Bantu Atasi Genangan Air dan Sampah Organik, Mahasiswa UMG Perkenalkan Biopori di Desa Jolotundo

Gizi dan Pangan Masih Menjadi Masalah Terbesar Rakyat Indonesia

Ia menilai pemenuhan pangan dan gizi di Indonesia masih menjadi perhatian utama sebagian besar masyarakat.

Dalam situasi tersebut, program yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pemenuhan pangan dan gizi ini dinilai relevan dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. 

Selama kebutuhan pangan belum dapat terpenuhi dengan baik, masyarakat cenderung sulit memikirkan masalah atau isu lain yang lebih kompleks.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tanggapi Kritik Ketua BEM UGM, Pengamat Politik Sebut MBG Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!