INDOZONE.ID - Tim 100 KKN Kelompok 1 Universitas Diponegoro kembali menghadirkan inovasi di Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Pada Jumat, 1 Agustus 2025, mereka melaksanakan program “Empowerment Digital untuk Ibu PKK Dusun Dersankulon: Sosial Media Bijak, Konsumen Cerdas, dan Peluang Bisnis” yang berlangsung selama satu jam dalam pertemuan rutin PKK.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, yaitu Khansa Maulidya, Shifa Kansa Putri Edi, Aditya Prayoga Makmur, serta Marshela Intan Nurjanah, dengan sasaran utama Ibu-Ibu PKK Dusun Dersankulon. Kegiatan ini bertujuan membekali mereka dengan literasi hukum, keterampilan digital, dan wawasan kewirausahaan agar lebih siap menghadapi tantangan era digital.
Baca juga: Banyuwangi Sambut Perkuliahan Perdana ISI Surakarta, Seni dan Budaya Jadi Kurikulum Utama
Materi disampaikan secara sederhana dan aplikatif melalui pemaparan, diskusi interaktif, studi kasus nyata, hingga sesi tanya jawab. Alur kegiatan dibagi dalam empat sesi utama. Pertama, edukasi bijak bermedia sosial berdasarkan UU ITE agar peserta paham risiko hukum dan lebih aman saat menggunakan media sosial. Kedua, pemahaman bahaya penipuan dan barang palsu dalam belanja online, lengkap dengan simulasi nyata agar konsumen lebih cerdas. Ketiga, literasi keuangan digital melalui praktik langsung penggunaan dompet digital seperti OVO, Dana, dan ShopeePay untuk transaksi aman, mudah, dan efisien. Keempat, pelatihan penyusunan business plan sederhana sebagai bekal memulai atau mengembangkan usaha kecil di lingkungan sekitar.
Hasil kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk poster rangkuman materi dari tiap sesi, yang memudahkan peserta untuk mengingat kembali poin penting. Lebih dari itu, program ini membawa manfaat langsung: meningkatkan kesadaran hukum digital, mencegah penipuan belanja online, mendorong literasi keuangan digital, dan menumbuhkan kemampuan wirausaha.
Baca juga: Inovasi Peta Desa, Mahasiswa UNDIP Bantu Perangkat Desa Dersansari Atur Wilayah Lebih Efektif
Dengan bekal ini, Ibu-Ibu PKK Dusun Dersankulon diharapkan tidak hanya lebih terlindungi dari risiko digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemandirian, kreativitas, serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Program KKN UNDIP ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan desa melalui digitalisasi dapat mendorong transformasi sosial-ekonomi dari akar rumput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung