INDOZONE.ID - Posko Satgas Bencana Universitas Airlangga (UNAIR) di Kabupaten Aceh Tamiang, membantu kelahiran seorang ibu di tengah suasana duka akibat banjir.
Pada 14 Desember 2025, suasana di Posko Klinik Abah yang difungsikan sebagai pos kesehatan, berubah menjadi tegang dan haru karena suksesnya tim medis yang membantu persalinan seorang ibu.
Baca juga: UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Banjir: Bebas Biaya Studi hingga Pendampingan Psikolog
Posko gabungan ini, yang melibatkan Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).
Ada pun pihak lain yang terlibat, seperti RSUD dr. Soetomo Surabaya dan organisasi profesional medis (PERDATIN, PABOI, IPOTI, IDI Cabang Surabaya, Mer-C).
Pihak-pihak tersebut menjadi saksi kelahiran bayi dari Ny. R, seorang warga Desa Bukit Rata berusia 19 tahun.
Ny. R yang memang rutin melakukan pemeriksaan di Klinik Abah sebelum bencana melanda, kembali ke posko saat merasakan kontraksi intensif disertai pecahnya ketuban pada pukul 07.00 pagi.
Baca juga: Unhas Kerahkan Penuh Dokter Spesialis, Jamin Penanganan Medis Korban Bencana Optimal
Meskipun pemeriksaan awal menunjukkan tanda vital ibu dan detak jantung bayi dalam kondisi normal, tim medis harus menghadapi tantangan besar karena keterbatasan sarana.
Penanggung jawab posko, Lettu Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesa, seorang Residen Ilmu Penyakit Dalam FK UNAIR, menyatakan bahwa kondisi di lapangan jauh dari ideal.
“Salah satu kendala utama adalah listrik yang belum stabil. Proses observasi dan pengawasan menjadi terbatas. Selain itu, ketiadaan alat bantu napas bayi dan infant warmer juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi tim,” terangnya.
Untuk memastikan proses observasi dan persalinan berjalan aman, tim menggunakan genset sebagai sumber penerangan.
Baca juga: UPNVJ Terjunkan Tim Peduli Bencana ke Aceh dengan Hercules TNI AU
Setelah observasi intensif dan pemberian penguatan mental, tim yang terdiri dari dr. Aniq, dr. Manilla, bidan April, dan bidan Disya dari RS UNAIR bersiap melakukan pertolongan.
Pada pukul 11.52, tangisan bayi terdengar lantang. Bayi tersebut lahir dalam kondisi baik, menangis spontan, dan memiliki vitalitas yang prima, seperti yang dikonfirmasi oleh Dokter Mery dari IDI Cabang Surabaya.
Walaupun sang ibu mengalami robekan ringan yang memerlukan jahitan, kondisi ibu dan bayi secara keseluruhan dinyatakan stabil dan sehat.
Keberhasilan penanganan persalinan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Tim Kesehatan UNAIR di Aceh Tamiang selama masa tanggap bencana.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Kimia Unair Juara Dua Kategori Kumite Senior di Ajang Karate Internasional
Kehadiran Posko Satgas Bencana UNAIR adalah wujud nyata komitmen kampus dengan memastikan hak dasar ibu dan bayi atas layanan kesehatan tetap terpenuhi di tengah kesulitan bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id