Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

Itera Ciptakan Alat Pemotong Tahu Semi-Manual untuk Dongkrak Efisiensi UMKM Bandar Lampung

Author

Alat pemotong tahu semi-manual (itera.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan yang didanai melalui hibah internal kampus ini menyasar usaha pembuatan tahu milik Bapak Mahmud yang berlokasi di Bandar Lampung. 

Baca juga: FIKES Uhamka Sukses Gelar Gerakan Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat untuk Pekerja Peternakan di Jonggol

Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas yang telah lama menjadi kendala bagi pelaku usaha tersebut.

Masalah utama yang ditemukan di lapangan adalah proses pemotongan tahu yang masih dilakukan secara manual, sehingga memicu pemborosan waktu dan tenaga kerja. 

Selain lambat, metode konvensional memaksa pekerja melakukan gerakan berulang yang melelahkan dan belum didukung oleh standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.  

Baca juga: Keren! Mahasiswa Binus Bikin Ide Usaha Minuman Matcha dengan Rasa Khas Kagoshima

Kondisi ini mendorong tim Itera, yang dipimpin oleh Muhammad Faishal Jundana Muttaqin untuk memberikan solusi berbasis keilmuan Teknik Industri.

Menanggapi permasalahan tersebut, tim menghadirkan alat pemotong tahu semi-manual yang dirancang khusus agar lebih ergonomis dan presisi. 

Tahu dapat dipotong dalam ukuran yang seragam secara jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara lama. 

Baca juga: Cuma Selangkah dari Kampus Unindra! Warung Jempol Jadi Solusi Mahasiswa Makan Murah dengan Tempat yang Nyaman

 “Adanya Prodi Teknik Industri Itera, dapat membantu UMKM dalam meningkatkan produktivitas tanpa menggunakan teknologi yang mahal. Melainkan melalui perbaikan proses kerja yang lebih sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan,” tutur Faishal. 

Selain memberikan bantuan fisik berupa alat, tim Teknik Industri juga mengedukasi pemilik dan pekerja mengenai manajemen lingkungan kerja yang efisien. 

Mereka mensosialisasikan prinsip lean manufacturing dan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).  

Baca juga: Mahasiswa KKNM UNY Edukasi Warga Kedon Cara Merawat Busana Reog Wayang Sebagai Pelestarian Budaya

Langkah ini bertujuan untuk membangun pola kerja yang lebih sistematis dan terorganisir agar kualitas produk tetap terjaga. 

Muhammad Faishal juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari Tridarma Perguruan Tinggi, di mana ilmu pengetahuan di kampus harus bisa diterapkan langsung untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas. 

Dengan adanya inovasi alat pemotong tahu semi-manual, diharapkan UMKM dapat semakin  efisien, dan mampu mengurangi berbagai pemborosan dalam proses produksinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itera.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU