Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 14:06 WIB

Dosen Ilmu Komunikasi UDINUS Menggelar Serial Buku PR Indonesia di Jakarta

Author

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dalam acara Serial Buku PR di Jakarta (Press Rilis)

INDOZONE.ID - Empat dosen Ilmu Komunikasi UDINUS secara resmi mengesahkan karya tulis mereka dalam acara PR Meet Up & Peluncuran Serial Buku PR Indonesia yang berlokasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 19 Desember 2025.

Dengan mengusung tema “Menguatkan Reputasi di Era Disrupsi”, dosen-dosen UDINUS tersebut berkecimpung langsung sebagai penulis buku "Program Public Relations: Corporate PR & Government PR". Dosen-dosen dibalik karya tersebut terdiri dari Heni Indrayani, Candra Yudha Satriya, Rahmawati Zulfiningrum, dan Nadia Itona Siregar. Dengan makin kompleksnya sektor korporasi serta pengelolaan reputasi di pemerintahan, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagaimana menyusun Program Public Relations yang lebih terukur.

Buku ini memiliki kekuatan tersendiri, yakni dari segi sumber datanya yang sangat lengkap. Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komputer UDINUS dan sekaligus penulis buku tersebut, Heni Indrayani, menuturkan bahwa karya ini diperoleh melalui bedah kasus dari 25 perusahaan lintas industri dan 3 instansi pemerintah. "Studi kasus yang luas ini kami hadirkan agar pembaca mendapatkan insight yang utuh, menyeimbangkan sisi praktis di lapangan dengan landasan teoritis yang kuat. Kami memproyeksikan buku ini menjadi referensi utama bagi praktisi dan mahasiswa agar tetap adaptif di tengah disrupsi," ucapnya.

Baca juga: 5 Strategi Jitu Mahasiswa Agar Lulus Tepat Waktu Tanpa Harus Mengulang Mata Kuliah

Dalam buku tersebut, topik yang paling diangkat adalah mengenai isu adaptasi humas terhadap isu keberlanjutan. Di suatu kesempatan, Rahmawati Zulfiningrum menuturkan bahwa tuntutan global sangat berpengaruh dalam menjalankan strategi kehumasan. "Kami mengupas tuntas integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi komunikasi korporat dan bagaimana dampaknya terhadap reputasi jangka panjang," tambahnya.

Selain membahas dari aspek sektor swasta, buku ini juga membahas tentang panduan strategis bagi humas di sektor publik. Menurut Nadia Itona Siregar, humas pemerintah memiliki tantangannya sendiri, khususnya pada saat ini. Seperti tantangan dalam menjangkau masyarakat secara lebih humanis. "Pemerintah harus mulai menyusun program komunikasi yang berawal dari pemahaman mendalam terhadap audiens. Fokusnya adalah membangun pesan yang bermakna dan memilih saluran media yang tepat untuk menyampaikan empati negara kepada warganya," ujarnya.

Asmon Wikan, selaku Founder dan CEO PR Indonesia Group, memberikan apreasiasi yang hangat terkait kolaborasi ini. "Kolaborasi ini kami harapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan antara praktisi dan akademisi, serta dapat dimanfaatkan secara luas oleh mahasiswa," tutur Asmono.

Berjalannya acara ini juga membuktikan status UDINUS yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah institusi pendidikan, namun juga inovatif dalam menjembatani celah antara teori akademik dan kebutuhan industri. 

Baca juga: Ubah Konsep Jadi Aksi Kemanusiaan, Ubaya Gelar Konser Amal untuk Korban Bencana Melalui Gerakan SatuJiwa

Adrian Habibi, perwakilan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyambut baik peluncuran buku ini. Menurutnya, isi buku yang disusun oleh para dosen Ilmu Komunikasi UDINUS ini sangat menunjang praktisi dalam penyusunan agenda kehumasan di lapangan. 

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen UDINUS dalam mendukung penguatan literasi komunikasi dan public relations di Indonesia. Keikutsertaan tersebut mencerminkan langkah strategis universitas dalam menghadirkan kontribusi pemikiran yang berdampak bagi pengembangan profesi humas dan kemajuan keilmuan komunikasi secara nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU