INDOZONE.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar upacara pengambilan sumpah profesi guru bagi ribuan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium dan Student Centre Prof. Dr. H. Achmadi UIN Salatiga, Minggu (28/12/2025).
Sebanyak 4.271 peserta mengikuti pengukuhan tersebut, dengan 1.875 orang hadir secara langsung, sementara 2.471 peserta mengikuti secara luar jaringan (luring). Di antara ribuan peserta, terdapat seorang guru ASN tunanetra asal Kota Bogor yang hadir langsung mengikuti prosesi pengukuhan.
Guru tersebut bernama Rafik Akbar (43), pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Kota Bogor yang telah kehilangan penglihatannya sejak usia 12 tahun. Rafik hadir bersama 22 peserta lainnya dari Kota Bogor untuk mengikuti pengukuhan sebagai guru profesional di UIN Salatiga.
Baca juga: Kisah Inspiratif Deni Hidayat, Penyandang Disabilitas yang Sukses Padukan Karier dan Kuliah di UT
Rafik mengaku seluruh rangkaian PPG yang difasilitasi UIN Salatiga berjalan lancar, termasuk dari sisi aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
“Selama saya mengikuti proses PPG yang difasilitasi UIN Salatiga, semuanya berjalan dengan lancar. Terutama bagi saya yang tunanetra, aksesibilitas media pembelajaran sangat membantu, mulai dari membaca modul, menonton video pembelajaran, hingga tes akhir. Semua bisa saya akses dengan baik karena sudah dipersiapkan kampus,” ujar Rafik.
Ia menambahkan, saat ini dirinya mengajar PAI di SDN Pengadilan 5 Kota Bogor. Rafik berharap ke depan kesejahteraan guru semakin meningkat, khususnya guru agama.
“Sering kali perhatian terhadap guru agama masih kurang. Namun, alhamdulillah sejak program Presiden dan Menteri Agama saat ini, banyak guru agama yang mendapat kesempatan mengikuti PPG. Saya sudah menunggu lima tahun untuk bisa ikut PPG dan pengukuhan seperti ini. Rasanya sangat bahagia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAI Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Nur Zaini Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa guru yang telah menerima sertifikat pendidik dari UIN Salatiga diminta segera mengunggahnya ke aplikasi SIAGA agar proses penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) dapat segera dilakukan.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan nyata sebelum dan sesudah mengikuti PPG maupun menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
“Minimal harus ada dua perubahan, yaitu peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan kompetensi sebagai guru profesional,” jelasnya.
Usai acara, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., mengatakan bahwa jumlah peserta sumpah profesi guru pada Batch 3 ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.
“Sebanyak 4.271 peserta mengikuti pengukuhan, dengan 1.875 hadir langsung dan 2.471 mengikuti secara luring. Jumlah peserta PPG di UIN Salatiga terbilang stabil. Bahkan, pada Batch 4 mendatang, akan ada sekitar 3.300 peserta,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Betran: Anak Penjual Es Teh yang Jadi Wisudawan Terbaik UNY dengan IPK 3,98!
Rasimin berharap program PPG ini mampu meningkatkan kompetensi guru PAI dan madrasah. Ia juga menyebut bahwa PPG dalam jabatan bagi guru PAI saat ini telah mendekati tahap akhir, sementara bagi guru madrasah masih terbuka peluang mengikuti PPG dalam jabatan.
“Insyaallah pada 2026 akan ada PPG prajabatan. Kami berharap LPTK UIN Salatiga diberi kepercayaan untuk mengelolanya, sehingga dapat bermitra dengan pemerintah daerah dan pusat dalam meningkatkan kompetensi guru,” ujarnya.
Menurutnya, guru agama diharapkan sejajar dengan guru umum, mampu menguasai teknologi, memiliki strategi, serta perencanaan pembelajaran yang matang agar materi dapat diterima peserta didik dengan baik.
“Khusus untuk peserta disabilitas, kami telah mengidentifikasi sejak awal dan memberikan perlakuan khusus serta pendampingan berkelanjutan, termasuk saat mengikuti pembelajaran mandiri,” tutup Rasimin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan