Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

ITS Siap Hadirkan Kampus yang Lebih Inklusif, Buka Jalur Khusus Disabilitas di 2027

Author

Dr Any Werdhiastutie ST MSi (kanan) bersama ketua perumus kebijakan pendidikan inklusif Siti Nurlaela ST MCom PhD (kiri) (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kampus ramah disabilitas. Isu ini merupakan perhatian serius di berbagai perguruan tinggi, termasuk ITS.

Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, menegaskan inklusivitas adalah pondasi dari pendidikan berkelanjutan. Ia menyebut pemerataan tidak hanya fokus orang tidak mampu atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), tapi juga perhatian kepada para penyandang disabilitas.

“Pendidikan adalah hak semua orang, termasuk teman-teman penyandang disabilitas, sehingga perguruan tinggi bertanggung jawab menyediakan layanan inklusif,” ujarnya tegas.

Sebagai langkah konkret, Imam menyebut ITS berencana membuat jalur seleksi khusus penyandang disabilitas pada 2027. Akan tetapi, rencana ini juga harus dibarengi dengan persiapan matang dari berbagai sisi.

Menurutnya, persiapan bukan hanya dilakukan pada aspek fisik, tapi juga aspek emosional dan psikologis.

Baca juga: Salut! 4 Mahasiswa ABT Ini Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Digital

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Biro Umum, Keamanan dan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan ITS, Dr. Any Werdhiastutie, menjelaskan ITS masih melakukan pemetaan awal untuk perbaikan aspek fisik.

Namun, pemetaan ini akan diperluas ke dalam ranah mental dan sensorik lewat rencana strategis, yang tertulis dalam Roadmap Penyiapan Layanan Disabilitas.

Roadmap ini merupakan panduan pengembangan untuk lima tahun ke depan, yang terjadi jadi lima fase utama. Fase awal fokus untuk penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD), dan audit aksesibilitas secara keseluruhan.

Selanjutnya, ada fase pengembangan, ITS bakal perkuat layanan dasar dengan digitalisasi pendaftaran, tambahan fasilitas fisik, program academic buddy dan pelatihan bahasa isyarat. 

Lalu, disusul dengan fase lanjutan untuk menargetkan integrasi teknologi layanan, perluasan kerja sama, dan penyempurnaan aksesibilitas.

Baca juga: Riset Viroterapi Mahasiswi Universitas Negeri Malang Ini Jadi Harapan untuk Terapi Kanker

“Tak hanya itu, kami juga menargetkan peresmian Gedung Pusat Layanan Disabilitas serta sertifikasi kampus ramah disabilitas bertaraf internasional,” tutur Any.

Dosen Arsitektur ITS, Dr. Arina Hayati, yang juga seorang disabilitas, memberikan evaluasi terkait standar aksesibilitas di kawasan ITS. Menurutnya, ada beberapa aspek fisik yang perlu diperbaiki, seperti keamanan ramp, aksesibilitas ruang kelas, serta toilet ramah lingkungan.

Dengan inisiatif ini, ITS berharap seluruh sivitas akademika bisa menumbuhkan rasa empati dan berperan aktif menghadirkan kamus yang lebih inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU