Jumat, 02 JANUARI 2026 • 13:15 WIB

Tekan Kasus Diare Balita yang Tinggi di Bogor, FKM UI Edukasi Warga Gunakan Teknologi Biopori

Author

FKM UI melakukan pengabdian masyarakat tentang pencegahan diare di Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor (fkm.ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Prof. Dr. drg. Ririn Arminsih W, MKes, dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), terjun langsung menemui warga dalam pengabdian masyarakat di Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kegiatan dilaksanakan pada 11 November 2025 dan didanai oleh hibah program pengabdian masyarakat dari Universitas Indonesia.

Baca juga: FIKES Uhamka Sukses Gelar Gerakan Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat untuk Pekerja Peternakan di Jonggol

Penyuluhan ini berangkat dari kasus diare pada anak-anak di bawah lima tahun, yang tergolong masih balita dan tengah menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah Jawa Barat. 

Data menunjukkan bahwa prevalensi diare balita di Jawa Barat menyentuh angka 14,4 persen, yang mana angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 12,3 persen.

Khusus di Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal mencatatkan jumlah penderita diare terbanyak dengan total 2.026 kasus.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran para ibu balita akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Baca juga: Komunitas Mahasiswa UMS Gelar Kampanye Reduce, Reuse, Reclamby demi Kelestarian Lingkungan

Penyuluhan diadakan di Posyandu Kartini RW 1 dan dihadiri oleh sekitar 45 peserta. Prof. Ririn menekankan bahwa ibu rumah tangga adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Dalam paparannya, ia menjelaskan solusi praktis berupa pemanfaatan lubang biopori. Teknologi sederhana yang tidak hanya dapat mengolah sampah sisa makanan, tetapi juga efektif meningkatkan daya serap air di tanah sehingga lingkungan tidak becek dan tetap bersih.

Selain mendapatkan penjelasan teori, para ibu juga diajak melihat praktik langsung pemasangan lubang biopori agar mereka bisa melakukannya sendiri di rumah.

Tim FKM UI juga membagikan buku saku sebagai panduan sanitasi serta memberikan bantuan berupa 20 tabung biopori dan tiga alat bor tanah untuk digunakan bersama oleh warga setempat. 

Penyerahan tabung biopori dan tiga unit alat bor biopori (fkm.ui.ac.id)

Baca juga: Dukung Layanan Kesehatan, UMY Rescue 2025 Serahkan Water Purifier di Langsa Aceh

Berdasarkan hasil kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, tim menemukan tantangan di lapangan.

Ditemukan bahwa 86 persen lantai jamban warga tidak kedap air dan kemiringannya tidak tepat, yang dapat memicu munculnya genangan.

Selain itu, sekitar 60,8 persen area sekitar jamban juga tercium bau tidak sedap dan kurang bersih, sehingga risiko penularan kuman penyebab diare menjadi sangat tinggi.

Namun, setelah mengikuti kegiatan ini, terjadi peningkatan pemahaman yang sangat baik pada peserta berdasarkan hasil tes pengetahuan. 

Baca juga: Dari Limbah Cangkang Telur menjadi Inovasi Biomaterial: Tim Mahasiswa ITB Meraih Prestasi di ISOLA Business Plan Competition 2025

Dengan penyuluhan yang dilakukan, FKM UI berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kualitas sanitasi demi melindungi balita dari ancaman diare yang mematikan.

Melalui lingkungan yang lebih sehat, diharapkan kualitas hidup warga Tanah Sareal dapat meningkat secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fkm.ui.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU