Berdayakan Ibu PKK, Mahasiswa UNNES GIAT 14 Inisiasi Pengolahan Limbah Jagung di Desa Soropaten
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 14 memberdayakan potensi lokal di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, Anindya Chesta Laksmi dan Ramadhania Salma Nur Azzahra, menginisiasi program kreatif dengan mengubah limbah kulit jagung menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Langkah tersebut diambil setelah mereka melakukan observasi mendalam dan berdialog dengan para petani di wilayah Soropaten.
Dari pengamatan langsung di lapangan, mereka menghetahui bahwa Desa Soropaten memiliki hasil panen jagung yang sangat melimpah.
Sayangnya, limbah kulit jagung seringkali terabaikan dan hanya dibuang tanpa diolah lebih lanjut, sehingga tidak memberikan manfaat tambahan bagi warga.
Melihat peluang yang ada, para mahasiswa mengusulkan inovasi untuk mengolah kulit jagung menjadi berbagai produk menarik, seperti bunga hias yang cantik dan tatakan gelas yang fungsional.
Baca juga: Incar Gelar Juara Kembali, Garuda UNY Andalkan Inovasi dan Efisiensi Menuju SEM Asia-Pacific 2026
Tujuannya agar tumpukan limbah pertanian di lingkungan desa dapat berkurang sekaligus merintis peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.
Untuk mewujudkan ide tersebut, sebuah lokakarya atau workshop digelar di aula Balai Desa Soropaten.
Kegiatan ini mengambil sasaran ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama ekonomi rumah tangga di desa.
Dalam pelatihan, para peserta diajarkan secara langsung, mulai dari pengenalan potensi bahan baku, teknik pengolahan kulit jagung agar tahan lama, hingga praktik langsung merangkai kerajinan.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi selama acara berlangsung, di mana para peserta aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan pembuatan produk.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Soropaten tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa dengan sentuhan kreativitas, limbah yang semula dianggap tidak berharga dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unnes.ac.id