Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

5 Prospek Kerja Lulusan AI yang Menjanjikan dengan Gaji Puluhan Juta!

Author

Ilustrasi lulusan jurusan Kecerdasan Buatan (AI) (Freepik)

INDOZONE.ID – Peluang karier bagi lulusan jurusan Kecerdasan Buatan (AI) saat ini sangat menjanjikan, didorong oleh lonjakan permintaan tenaga ahli di beragam sektor seperti teknologi, finansial, hingga industri manufaktur.

Jika kamu ingin mengetahui posisi apa saja yang bisa ditekuni setelah masa studi, berikut adalah 5 opsi prospek kerja di bidang AI yang layak untuk dipertimbangkan. 

Baca juga: Gak Cuma soal Sampah! Ini 7 Prospek Kerja Lulusan Teknik Lingkungan

1. AI Engineer

AI Enginerr adalah orang yang membuat komputer menjadi "pintar" agar bisa mengenali pola, menebak data, dan mengambil keputusan sendiri secara otomatis.

Perusahaan raksasa seperti Google, Microsoft, dan Meta sering merekrut tenaga ahli di bidang ini untuk mengembangkan layanan mereka.

Jika ingin menjadi seorang AI Engineer, kamu perlu menguasai beberapa hal berikut:

  • Bahasa pemrograman Python dan cara kerja machine learning.
  • Memiliki sertifikat tambahan, seperti dari IBM, agar lebih dilirik perusahaan.

Di Indonesia, gaji rata-rata profesi AI Engineer berkisar antara Rp 9,4 juta hingga Rp 15,8 juta per bulan, tergantung pengalaman kerjanya.

2. AI Researcher

AI Researcher adalah orang yang mencari ide atau "resep" baru (algoritma) supaya mesin tersebut menjadi jauh lebih pintar dan canggih. Mereka fokus pada penelitian dan pengembangan teori-teori baru di dunia kecerdasan buatan.

Pekerjaan ini semakin banyak dicari, baik di perusahaan dunia seperti Google dan Meta, maupun perusahaan lokal seperti PT. Ebdesk.

Beberapa kemampuan yang harus kamu miliki untuk menjadi AI Researcher antara lain:

  • Mampu meneliti dan menciptakan "rumus" atau algoritma baru agar sistem AI semakin pintar.
  • Analisis data guna menemukan pola, tren, dan teori baru di bidang kecerdasan buatan.

Gaji seorang AI Researcher di Indonesia biasanya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 9 juta per bulan. 

Baca juga: Makin Dilirik! Inilah 5 Jurusan AI dengan Gaji Menggiurkan

3. Data Scientist

Data Scientist adalah orang yang bertugas meneliti data untuk membantu perusahaan mengambil langkah tepat dan melihat peluang baru, mencari pola dari tumpukan informasi untuk memprediksi keinginan pelanggan.

Jurusan tersebut banyak dicari di perusahaan teknologi, toko online (e-commerce), dan aplikasi keuangan (fintech) seperti Gojek, Tokopedia, atau Google.

Hal yang perlu dikuasai agar dapat menjadi Data Scientist antara lain:

  • Dapat mengumpulkan, membersihkan, serta menganalisis data yang berasal dari berbagai sumber.
  • Kemampuan untuk membuat model yang dapat memprediksi perilaku pelanggan dan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis yang penting.

Di Indonesia, rata-rata gajinya berada di kisaran Rp 11 juta hingga Rp 13 juta per bulan dengan tugas sebagai berikut:

4. Machine Learning Engineer

Machine Learning Engineer bertugas membuat sistem pintar (AI) agar bisa digunakan di aplikasi yang kita pakai sehari-hari, seperti fitur rekomendasi film atau pendeteksi suara.

Posisi ini sangat dicari oleh banyak perusahaan yang mulai memasukkan model AI ke dalam sistem atau aplikasi mereka seperti Shopee dan Netflix.

Untuk menjadi Machine Learning Engineer, diperlukan beberapa kemampuan seperti:

  • Mahir dalam pemrograman dan memahami logika atau langkah-langkah sistematis (algoritma) yang digunakan komputer untuk menyelesaikan masalah.
  • Memahami tentang teknologi penyimpanan dan pengolahan data di internet (awan) sangat penting untuk menjalankan model AI dalam skala besar.  

Pekerjaan ini menawarkan gaji awal yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 10,2 juta hingga Rp 12,5 juta per bulan.

Baca juga:  Kompak Angkat Isu Lingkungan dan Teknologi, Lima Mahasiswa Unja Raih Juara 1 Umum Essay Writing Competition Tingkat Nasional

5. AI Business Analyst

AI Business Analyst adalah orang yang menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dengan teknologi AI. Melihat masalah apa saja yang ada di kantor, lalu mencari cara agar teknologi AI bisa membantu membereskan masalah tersebut.

Pekerjaan ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai sektor yang sudah menggunakan teknologi modern, seperti Perbankan, Telekomunikasi, dan E-commerce & Digital.

Kemampuan yang perlu dikuasai jika ingin mencari AI Business Analyst adalah:

  • Mampu mengidentifikasi masalah bisnis yang bisa diselesaikan dengan AI serta mengumpulkan dan menganalisis data.
  • Memberikan rekomendasi strategi yang tepat berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan.

Penghasilan AI Business Analyst cukup menarik, yaitu sekitar Rp 10 juta hingga Rp 11,7 juta per bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cakrawala.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU