INDOZONE.ID - Sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam tim Bala Gadjah Mada dari Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPLH) Setrajana Fisipol UGM telah merampungkan kegiatan ekspedisi, proyek sosial, dan riset selama 14 hari di Ibu Kota Negara (IKN). Kegiatan yang berlangsung pada 27 Januari–10 Februari 2026 ini difokuskan pada pemetaan tata kelola lingkungan, khususnya manajemen pengelolaan sampah, sekaligus memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat di wilayah penyangga IKN, meliputi Desa Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan, dan SMPN 27 Penajam Paser Utara (PPU).
Melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, tim Bala Gadjah Mada menemukan sejumlah temuan. Di Desa Bumi Harapan, terungkap bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah krisis sampah yang cukup signifikan. Masalah tersebut mulai muncul pada 2022 akibat lonjakan pendatang dan masifnya aktivitas proyek. Saat itu, fasilitas penampungan lokal tidak lagi mampu mengakomodasi volume sampah dari pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Meski kini timbulan sampah mulai berkurang, persoalan pengelolaan sampah di Desa Bumi Harapan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani.
Berpindah ke Kelurahan Pemaluan, tim menyoroti krisis akses air bersih akibat kondisi geografis wilayah. Warga dihadapkan pada pilihan antara mengandalkan sumur tradisional yang mayoritas airnya keruh dan berbau, atau menggunakan sumur bor yang menelan biaya hingga jutaan rupiah tanpa jaminan kualitas. Kedalaman sumur bor yang mencapai puluhan meter pun kerap tidak membuahkan hasil. Sebagai alternatif, sebagian warga terpaksa membeli air bersih seharga sekitar Rp65.000 per tandon (1.200 liter) untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kondisi tersebut diperparah oleh jaringan pipa PDAM Sepaku yang belum menjangkau seluruh permukiman di wilayah penyangga IKN, khususnya Kelurahan Pemaluan. Saat ini, jaringan pipa PDAM belum menyalurkan air bersih hingga ke wilayah tersebut. Hal itu dikonfirmasi pihak PDAM Sepaku yang menyebutkan bahwa distribusi air bersih di kawasan Sepaku belum merata. Jaringan pipa terjauh baru menjangkau sekitar 16 kilometer dari pusat pengelolaan air.
Tak hanya melakukan kajian riset, tim Bala Gadjah Mada juga menginisiasi sejumlah proyek sosial sebagai bentuk pengabdian. Inisiatif tersebut meliputi pelatihan pengelolaan sampah, pembentukan komunitas bank sampah, edukasi lingkungan, hingga restorasi hutan. Di Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Pemaluan, tim menyosialisasikan prinsip 3R serta memberikan pelatihan instalasi Losida (Lodong Sisa Dapur) untuk pengolahan sampah organik skala rumah tangga. Khusus di RT 07 Desa Bumi Harapan, tim mendampingi pembentukan kelompok bank sampah serta menyerahkan “Rumah Botol” sebagai fasilitas pengelolaan sampah mandiri bagi warga.
Pilar edukasi lingkungan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan SMPN 27 PPU. Melalui penguatan Agen Adiwiyata, tim menanamkan kesadaran ekologis kepada puluhan siswa agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penanaman 50 bibit pohon di Kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN bersama para siswa sebagai langkah simbolis menjaga kelestarian ekosistem hutan Kalimantan.
Keberhasilan ekspedisi selama dua minggu ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor. Dukungan datang dari internal kampus, mulai dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM hingga organisasi Setrajana. Kolaborasi tersebut juga diperkuat oleh peran Otorita IKN, Pemerintah Desa Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, SMPN 27 PPU, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU.
Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan, tim menyerahkan bantuan puluhan tong sampah untuk fasilitas umum dan sekolah. Selain itu, seluruh data riset yang terkumpul akan diolah menjadi policy brief. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah dan air bersih guna mewujudkan visi IKN sebagai kota berkelanjutan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reportase