INDOZONE.ID - Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Menyikapi hal tersebut, Tim Bala Gadjah Mada dari Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Setrajana Fisipol UGM melaksanakan social project berupa edukasi lingkungan. Kegiatan ini digelar untuk penguatan kapasitas agen adiwiyata di SMPN 27 Penajam Paser Utara (PPU)pada 4 Februari 2026.
SMPN 27 PPU dipilih karena lokasinya yang strategis, yakni menjadi sekolah yang paling dekat dengan kawasan IKN yang saat ini sedang dibangun. Selain itu, SMP ini baru berdiri lima tahun lalu, beriringan dengan pembangunan IKN. Puluhan siswa yang tergabung dalam agen adiwiyata menyambut kedatangan tim mahasiswa. Agen adiwiyata ini beranggotakan siswa dari berbagai tingkatan kelas, dengan tujuan menjadikan SMPN 27 PPU sebagai sekolah adiwiyata.
Fokus utama kegiatan adalah penguatan agen adiwiyata. Tim Bala Gadjah Mada memberikan materi edukasi lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Prinsip ini bertujuan meminimalkan limbah, menghemat sumber daya, dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Selain itu, diperkenalkan pula pengelolaan sampah organik menggunakan Losida atau Lodong Sisa Dapur. Losida menjadi alternatif instalasi sederhana yang mudah dibuat, misalnya menggunakan pipa atau galon bekas. Metode ini memungkinkan siswa mencoba mengelola sampah organik di rumah masing-masing.
Masalah lingkungan di sekitar SMPN 27 PPU menjadi perhatian serius. Desa Bumi Harapan, tempat sekolah ini berada, masih menghadapi isu sampah, debu, dan kondisi tanah yang tandus sehingga sulit ditanami. Masuknya pendatang ke IKN meningkatkan timbulan sampah secara signifikan. Selain itu, truk proyek yang melintasi jalan menuju IKN membuat jalanan berdebu.
“Dulu hawa lebih sejuk, debu juga sedikit. Sekarang kalau berangkat pakai baju putih bisa jadi cokelat,” ungkap salah satu siswa yang mengikuti kegiatan.
Baca juga: Mahasiswa Fisipol UGM Gelar Ekspedisi 14 Hari di IKN, Soroti Krisis Sampah dan Air Bersih
Kehadiran Tim Bala Gadjah Mada bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda agar mereka menjadi agen perubahan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat.
Sebagai penutup kegiatan, tim mendukung SMPN 27 PPU untuk menjadi sekolah adiwiyata dengan memberikan tong sampah berbagai jenis (organik, anorganik, B3) dan instalasi Losida. Selain itu, tim juga melakukan monitoring jarak jauh agar kegiatan dapat berjalan berkelanjutan. Dengan fasilitas ini, SMPN 27 PPU diharapkan menjadi tempat menanamkan kesadaran pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reportase