INDOZONE.ID - Di balik kemegahan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), wilayah penyangga seperti Desa Bumi Harapan menghadapi tantangan lingkungan yang nyata. Lonjakan populasi pendatang dan aktivitas proyek sejak 2022 telah memicu peningkatan volume sampah yang melampaui kapasitas fasilitas penampungan warga lokal.
Merespons kondisi tersebut, tim Bala Gadjah Mada dari Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Setrajana Fisipol UGM menginisiasi pembentukan Kelompok Bank Sampah pada 7 Februari 2026.
Program Bank Sampah menjadi strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Sampah yang semula dianggap tidak bernilai diolah menjadi aset berharga dengan potensi ekonomi. Besarnya manfaat ini mendorong tim Bala Gadjah Mada untuk membawa program tersebut ke Desa Bumi Harapan sebagai solusi permasalahan sampah setempat.
Baca juga: Mahasiswa Fisipol UGM Gelar Ekspedisi 14 Hari di IKN, Soroti Krisis Sampah dan Air Bersih
Kelompok Bank Sampah dibentuk khusus di RT 07 Desa Bumi Harapan. Pemilihan lokasi ini selaras dengan program 'RT Tangguh' setempat yang fokus pada kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Prioritas RT 07 terhadap pelestarian lingkungan menjadikan inisiatif mahasiswa ini langkah awal yang sinergis dengan agenda pembangunan desa berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan pendampingan dan pembentukan Bank Sampah digelar di Aula Pertemuan Kantor Desa Bumi Harapan. Kegiatan ini menyasar warga lokal, khususnya masyarakat RT 07, serta melibatkan perangkat desa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara. DLH memberikan pemaparan mengenai sistem operasional bank sampah yang terstandarisasi.
Tim Bala Gadjah Mada melanjutkan dengan pelatihan praktis pengolahan limbah organik menggunakan teknologi tepat guna Losida (Lodong Sisa Dapur). Inovasi ini bersifat ekonomis dan aplikatif karena memanfaatkan material daur ulang, seperti pipa dan galon bekas, yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Kegiatan ditutup dengan pembentukan struktur organisasi bank sampah sesuai ketentuan DLH PPU untuk mempermudah administrasi dan perizinan di masa mendatang. Integrasi inovasi teknis dan penguatan organisasi ini diharapkan menjadikan komunitas bank sampah RT 07 motor penggerak kebersihan lingkungan yang berkelanjutan.
"Melalui komunitas Bank Sampah ini, kami ingin membangun kemandirian warga dalam mengelola lingkungan. Desa Bumi Harapan tidak hanya menanggung beban masalah sampah, tetapi juga harus memiliki sistem pertahanan lingkungan yang kuat," ujar perwakilan tim riset saat memberikan edukasi di RT 07.
Selain pembentukan struktur komunitas, tim Bala Gadjah Mada memberikan fasilitas "Rumah Botol" sebagai sarana penampungan botol plastik bekas dan lima tong sampah terklasifikasi (organik, anorganik, dan B3). Fasilitas ini memudahkan warga menerapkan pemilahan sampah sehari-hari dan mendukung operasional kelompok Bank Sampah.
Pembentukan Bank Sampah di RT 07 diharapkan menjadi pilot project yang bisa direplikasi di RT lain di Desa Bumi Harapan dan desa penyangga IKN lainnya. Dengan demikian, timbulan sampah dapat berkurang dan masalah lingkungan dapat lebih teratasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reportase