Senin, 09 MARET 2026 • 13:40 WIB

Apa Itu Passing Grade? Ini Pengertian dan Bedanya dengan Nilai UTBK

Author

Ilustrasi mahasiswa baru. (Freepik)

INDOZONE.ID - Istilah passing grade sering muncul ketika membahas seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Banyak calon mahasiswa menggunakan angka ini sebagai patokan untuk menilai peluang mereka diterima di jurusan tertentu.

Secara umum, passing grade merupakan sebuah gambaran nilai minimal yang dibutuhkan untuk bisa bersaing masuk ke suatu program studi.

Biasanya angka ini ditampilkan dalam bentuk persentase dan kerap digunakan oleh lembaga bimbingan belajar sebagai referensi tingkat persaingan antar jurusan.

Nilai tersebut hanyalah perkiraan yang disusun berdasarkan data seleksi tahun-tahun sebelumnya, seperti jumlah peminat, daya tampung, serta nilai peserta yang lolos.

Lalu sebenarnya apa itu passing grade, bagaimana cara memperkirakannya, dan apa bedanya dengan sistem seleksi resmi seperti UTBK atau SNBT? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Pejuang Skripsi Wajib Tahu! Ini 6 Langkah Jitu Hadapi Dosen Pembimbing yang Slow Response

Pengertian Passing Grade

Secara umum, passing grade adalah nilai ambang batas yang digunakan untuk menggambarkan tingkat persaingan masuk ke suatu program studi di perguruan tinggi. Angka ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase atau perkiraan skor yang dianggap aman untuk bersaing di jurusan tertentu.

Passing grade sering dipakai sebagai referensi oleh calon mahasiswa untuk memperkirakan peluang diterima di suatu program studi.

Misalnya, jurusan dengan peminat sangat tinggi seperti kedokteran, psikologi, atau manajemen biasanya memiliki passing grade yang lebih tinggi dibandingkan jurusan dengan peminat lebih sedikit.

Perlu dipahami bahwa angka passing grade tidak bersifat tetap. Setiap tahun nilainya dapat berubah tergantung jumlah peminat, daya tampung program studi, serta tingkat persaingan antar peserta seleksi.

Passing Grade Sering Digunakan oleh Bimbingan Belajar

Dalam praktiknya, passing grade bukanlah angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perguruan tinggi. Angka tersebut umumnya merupakan estimasi yang dihitung oleh lembaga bimbingan belajar berdasarkan data seleksi tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, estimasi ini dibuat dari berbagai faktor seperti jumlah peminat suatu jurusan, daya tampung yang tersedia, serta skor peserta yang berhasil lolos pada seleksi sebelumnya. Dengan data tersebut, lembaga bimbingan belajar mencoba memperkirakan nilai minimal yang kemungkinan diperlukan untuk masuk ke jurusan tertentu.

Karena hanya berupa perkiraan, passing grade sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan dalam menentukan pilihan program studi.

Baca juga: Melek Mental Health, Ini 4 Alasan Kuat Gen Z Berbondong-bondong Masuk Jurusan Psikologi

Cara Memperkirakan Passing Grade

Ada beberapa faktor yang biasanya digunakan untuk memperkirakan passing grade suatu program studi, antara lain:

  1. Jumlah peminat pada jurusan tersebut pada tahun sebelumnya.
  2. Daya tampung yang disediakan oleh perguruan tinggi.
  3. Tingkat keketatan persaingan, misalnya perbandingan jumlah pendaftar dengan kuota mahasiswa baru.
  4. Nilai UTBK atau hasil seleksi peserta yang diterima pada tahun sebelumnya.
    Sebagai contoh, jurusan dengan jumlah peminat jauh lebih banyak dibandingkan daya tampung biasanya memiliki passing grade yang lebih tinggi karena persaingannya lebih ketat.

Perbedaan Passing Grade dan Sistem Seleksi Resmi

Meski sering digunakan sebagai acuan, passing grade sebenarnya berbeda dengan sistem seleksi resmi perguruan tinggi.

Dalam seleksi nasional seperti SNBT, penilaian utama didasarkan pada skor UTBK dan pemeringkatan peserta. Perguruan tinggi biasanya menerima peserta dengan nilai tertinggi hingga memenuhi kuota yang tersedia di setiap program studi.

Artinya, tidak ada angka passing grade resmi yang menentukan kelulusan. Peserta akan bersaing berdasarkan skor yang diperoleh dan posisi mereka dibandingkan dengan peserta lain yang memilih program studi yang sama.

Baca juga: Anti-Mainstream! 7 Jurusan Kuliah Terlangka di Indonesia yang Prospek Kerjanya Bukan Kaleng-kaleng!

Pentingnya Memahami Passing Grade

Bagi calon mahasiswa, memahami konsep passing grade tetap bermanfaat sebagai gambaran tingkat persaingan suatu jurusan. Informasi ini dapat membantu dalam menyusun strategi memilih program studi serta mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Namun yang perlu diingat, passing grade hanyalah estimasi. Faktor yang paling menentukan tetaplah performa peserta dalam ujian seleksi dan tingkat persaingan pada tahun tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU