INDOZONE.ID - Vokasi Universitas Indonesia (UI) secara resmi memulai proses seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) untuk tahun 2026.
Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Vokasi UI Badrul Munir mengungkapkan bahwa dalam proses seleksi ini dilakukan tidak hanya melihat aspek prestasi namun aspek lainnya seperti kepribadian.
"Saya rasa ini salah satu kombinasi. Ada cukup banyak kriteria di situ, tidak hanya IP, tidak hanya prestasi, tapi juga ada kepribadian," ujar Munir saat ditemui di Gedung Vokasi UI, Depok, Jawa Barat, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Kalahkan Ratusan Tim, Mahasiswa Vokasi UI Ciptakan SmartMeet AI Inovasi Pengatur Rapat yang Canggih
Kriteria Pemilihan Mapres
Munir memaparkan bahwa standarisasi pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) di lingkungan Vokasi UI selaras dengan kriteria yang ditetapkan pada level nasional.
Parameter penilaian tersebut mencakup akumulasi prestasi akademik, kualitas karya tulis ilmiah, kemahiran berbahasa Inggris, jiwa kewirausahaan, serta keaktifan dalam berorganisasi.
Menurut Munir, seluruh indikator tersebut akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses seleksi guna menjaring kandidat terbaik.
"Jadi kalau kriteria yang kita gunakan itu sama sebetulnya dengan kriteria yang ada di nasional,” jelasnya.
Munir menambahkan bahwa saat ini sudah ada 15 siswa calon-calon Mapres UI jenjang vokasi yang berasal dari sebagian besar masiswa semester lima.
Tahapan seleksi selanjutnya akan menyaring tiga peserta terbaik untuk mewakili institusi di tingkat provinsi hingga nasional.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak jawara, Vokasi UI menyelenggarakan booth camp khusus bagi para kandidat.
Program intensif ini dirancang agar para peserta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026 memiliki kesiapan mental dan substansi yang matang guna memperebutkan posisi prestisius di ajang Pilmapres Nasional.
"Jadi harapan kita kalau secara internal dari fokus mudah-mudahan kita bisa juara di nasional,” lanjutnya.
Melalui booth camp ini, Vokasi UI juga berupaya mempersiapkan karya-karya mahasiswa untuk bisa menang dalam Pilmapres Nasional seperti jurnal ataupun karya lainnya.
Mulai dari karya bidang kewirausahaan ataupun memiliki kegiatan sosial yang memang bermanfaat bagi masyarakat.
"Jadi hari ini kita menggali yang kita siapkan untuk ikut tahun ini. Kita juga membina untuk yang kita mau siapkan untuk tahun depan," ucap Munir.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pilmapres Vokasi UI 2026 Muhammad Luthfi menuturkan, untuk bisa mendaftar seleksi Mapres UI tidak ada batasan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
"Namun mahasiswa yang lolos seleksi awal Pilmapres Vokasi UI biasanya memiliki IPK di atas 3,5 dari skala 4,00. Tapi memang bagi mereka yang punya prestasi prestasi boleh datang. Tapi memang untuk pesertanya sendiri saat ini yang ada ini sudah di atas, IPK-nya sudah di atas 3,5," kata Luthfi.
Baca juga: Vokasi UI Gelar Buka Puasa Bersama: Pererat Silaturahmi dan Umumkan Rencana Pembangunan Musala Baru
Selain itu, Luthfi juga menekankan bahwa IPK memang bukan satu-satunya komponen penilaian dalam Pilmapres tetapi juga ada komponen lain seperti kepribadian dan karakter.
Melalui booth camp ini, diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan bekal lebih untuk bisa lolos seleksi hingga tingkat nasional.
"Jadi nanti abis ini akan ada ujian tes kepribadian dan juga pembekalan untuk karakter. (Nah, nanti kita akan mencari profesional yang bisa memang membibit itu ya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan