Selasa, 10 MARET 2026 • 11:00 WIB

Kenali 6 Penyebab Utama yang Membuat Kelulusan Tertunda dan Menjadi Mahasiswa Abadi

Author

Ilustrasi mahasiswa abadi (AI/Gemini)

INDOZONE.ID  – Mahasiswa abadi adalah sebutan bagi mahasiswa yang tidak kunjung menyelesaikan kuliahnya dalam waktu normal.

Idealnya, masa studi untuk program sarjana (S1) biasanya sekitar 4–5 tahun. Akan tetapi, ada sebagian mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih lama sehingga mereka mendapat julukan “mahasiswa abadi”.

Istilah ini sebenarnya bukan untuk merendahkan mahasiswa, tetapi sebagai gambaran kondisi ketika seseorang mengalami berbagai kendala sehingga kelulusannya tertunda.

Berikut adalah 6 penyebab mahasiswa bisa menjadi “mahasiswa abadi” di kampus. 

6 Penyebab Mahasiswa Telat Lulus

Baca juga: Menuju Mapres Nasional 2026, Vokasi UI Bina Mahasiswa Lewat Program Bootcamp

1. Terlalu Aktif Berorganisasi

Mengikuti organisasi kampus memang memberikan banyak manfaat untuk mahasiswa, seperti melatih kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi.

Namun, jika terlalu fokus pada kegiatan organisasi dan tidak mampu mengatur waktu dengan baik, performa akademikmu bisa menurun.

Jika kondisi tersebut berlangsung lama, masa studi yang ditempuh juga bisa menjadi lebih panjang. Penting bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan kegiatan organisasi dan tanggung jawab akademik.

2. Terlalu Sibuk Berbisnis atau Bekerja

Sebagian mahasiswa memilih untuk menjalankan bisnis atau bekerja sambilan selama kuliah. Hal ini sering dilakukan untuk menambah pengalaman sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan.

Namun, jika mahasiswa sibuk bekerja hingga mengabaikan perkuliahan, proses belajarmu bisa menjadi terganggu.

Jika tidak dikelola dengan baik, kesibukan tersebut dapat menyebabkan mahasiswa terlambat menyelesaikan studinya. 

Baca juga: Lulusan Kuliah Banting Setir? Simak 7 Alasan Mengapa Banyak Sarjana Bekerja Tak Sesuai Jurusan

3. Mengalami Kelemahan Akademik

Kesulitan dalam memahami materi perkuliahan juga menjadi salah satu faktor yang membuat mahasiswa terlambat lulus.

Mahasiswa yang tidak belajar dengan serius atau kurang memahami materi sering kali harus mengulang mata kuliah tertentu.

Mengulang mata kuliah tentu membutuhkan waktu tambahan, sehingga masa studi menjadi lebih lama. Mahasiswa perlu meningkatkan disiplin belajar, mengatur waktu, dan aktif bertanya kepada dosen atau teman jika mengalami kesulitan dalam memahami materi.

4. Pengambilan SKS yang Tidak Tepat

Setiap semester mahasiswa biasanya mengambil sejumlah SKS (Satuan Kredit Semester). Agar lulus tepat waktu, mahasiswa umumnya perlu mengambil sekitar 20–24 SKS setiap semester.

Jika mahasiswa mengambil terlalu sedikit SKS, jumlah mata kuliah yang harus diselesaikan akan semakin banyak di semester berikutnya.

Hal ini bisa memperpanjang masa studi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempertimbangkan kemampuan diri saat menentukan jumlah SKS agar proses kuliah tetap berjalan optimal. 

Baca juga: Anti-Mainstream! 7 Jurusan Kuliah Terlangka di Indonesia yang Prospek Kerjanya Bukan Kaleng-kaleng!

5. Terlalu Sering Bolos Kuliah

Kebiasaan membolos kuliah dapat menyebabkan mahasiswa tertinggal materi penting yang disampaikan oleh dosen.

Ketika materi tidak dipahami dengan baik, mahasiswa akan kesulitan saat mengerjakan tugas maupun menghadapi ujian.

Nilai akademik bisa menurun dan mahasiswa mungkin harus mengulang mata kuliah tersebut. Jika kebiasaan seperti ini terus berlangsung, masa studi yang dijalankan akan semakin lama.

6. Malas Mengerjakan Skripsi

Skripsi sering dianggap sebagai tantangan terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir. Banyak mahasiswa yang merasa kesulitan memulai atau menyelesaikan penelitian.

Jika mahasiswa menunda-nunda pengerjaan skripsi, proses bimbingan dengan dosen menjadi lambat dan revisi yang diperlukan bisa semakin banyak.

Hal ini membuat penyelesaian skripsi memakan waktu lama sehingga kelulusan pun tertunda. Mahasiswa perlu disiplin dan konsisten dalam menyelesaikan skripsinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prismaprofesional.sch.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU