FIKES UB Hadirkan Layanan Analisis Komposisi Tubuh dengan Teknologi InBody 970 yang Lebih Akurat
INDOZONE.ID - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) terus mengembangkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengabdian maskarakat dengan mempercanggih fasilitas laboratorium.
Salah satu terobosan terbarunya adalah pemanfaatan alat canggih Body Composition Analyzer di Laboratorium Asesmen Gizi dan Komunikasi.
Kepala Laboratorium Asesmen Gizi dan Komunikasi FIKES UB, Ayuningtyas Dian Ariestiningsih, mengungkapkan bahwa pada mulanya laboratorium ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan praktikum mahasiswa Gizi. Namun, seiring bertambahnya fasilitas, fungsinya pun meluas hingga ke ranah riset dan pengabdian masyarakat.
“Laboratorium kami memang fokus utamanya untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Namun selain itu juga dimanfaatkan untuk penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, meskipun selama ini masih sebatas sebagai dukungan alat,” ujar Ayuningtyas.
Peningkatan fasilitas ini bermula dari hibah pengembangan laboratorium pendidikan yang diterima pada tahun 2022 lalu. Berkat dukungan tersebut, laboratorium kini memiliki Body Composition Analyzer tipe InBody 970.
Alat ini mampu membedah data tubuh dengan sangat mendalam, mulai dari mengukur massa otot, lemak, kadar air, hingga persebaran komposisi tubuh di setiap bagian secara akurat.
Baca juga: Sering Tertukar! Ini Perbedaan Teknik Komputer dan Ilmu Komputer yang Perlu Kamu Tahu
Teknologi ini bekerja secara non-invasif, sehingga pengguna bisa memantau kondisi kesehatan dan status gizi mereka tanpa rasa sakit.
Bagi Ayuningtyas, kehadiran perangkat ini bukan sekadar alat baru, melainkan pintu menuju kolaborasi yang lebih luas.
“Dengan alat InBody 970 ini, kita bisa melakukan asesmen komposisi tubuh secara lebih spesifik dan mendalam. Harapannya tidak hanya bermanfaat untuk praktikum mahasiswa, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk rumah sakit,” jelasnya.
Menariknya, laboratorium ini tidak ingin hanya menjadi fasilitas internal. Ada rencana besar untuk membuka layanan bagi publik. Jadi, nantinya masyarakat umum bisa mengecek komposisi tubuh mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi fisik masing-masing.
Baca juga: Mahasiswa ITB Sabet Juara 1 KAI Ideation Challenge Lewat Inovasi Teknologi Penangkap Karbon
Bedanya dengan tempat pengecekan lain, FIKES UB akan mengintegrasikan hasil tes dengan sesi konseling gizi. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak pulang hanya membawa selembar kertas hasil ukur, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Saat ini, pihak laboratorium sedang dalam tahap persiapan akhir, termasuk menunggu regulasi tarif resmi dari universitas. Namun secara teknis, tim dan sistem layanannya sudah matang dan siap beroperasi.
“Sering kali masyarakat hanya menerima hasil pengukuran tanpa memahami maknanya. Karena itu nantinya layanan ini juga akan dilengkapi dengan konseling gizi agar hasil asesmen bisa ditindaklanjuti dengan lebih tepat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id