INDOZONE.ID - Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik peserta, tapi juga mengutamakan nilai kejujuran selama ujian berlangsung.
Oleh karena itu, penting untuk membuat sistem pengawasan yang ketat dan berlapis. Pengawasan tersebut dilakukan agar dapat menghindari segala bentuk kecurangan.
Baca juga: Wujudkan Pendidikan Setara, UNAIR Beri Pelayanan Inklusif bagi 22 Peserta Disabilitas UTBK
Berikut bentuk pengawasan yang dilakukan universitas untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UTBK 2026:
Sistem Pengawasan Ketat yang Diterapkan di UTBK-SNBT 2026
1. Pemeriksaan Fisik dan Identitas Peserta
Sebelum masuk ruang ujian, setiap peserta diperiksa menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada perangkat elektronik tersembunyi, seperti earphone atau alat komunikasi lainnya.
Selain itu, barang bawaan peserta akan diperiksa secara menyeluruh. Barang yang tidak diperlukan selama ujian, harus dititipkan agar tidak disalahgunakan.
Atribut yang dikenakan peserta, seperti aksesoris juga diperiksa. Bahkan dalam kondisi tertentu, bagian tubuh, seperti behel dapat diperhatikan jika dianggap mencurigakan.
Beberapa lokasi ujian juga melakukan pemeriksaan sepatu atau menyediakan sandal khusus guna mencegah penyembunyian alat yang tidak diperbolehkan.
Untuk memastikan keaslian identitas, digunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang mencocokkan data peserta dengan database resmi, sehingga praktik perjokian dapat dicegah.
Baca juga: 5 Dampak Buruk Joki Skripsi, Dari Ancaman DO hingga Gagal Sidang
2. Pengawasan Teknologi dan Sistem Ujian
Salah satu pengawasan yang dilakukan adalah penggunaan signal jammer yang berfungsi mengacak sinyal komunikasi seperti internet dan Bluetooth di area ujian.
Dengan teknologi tersebut, peserta tidak dapat berkomunikasi dengan pihak luar selama ujian berlangsung.
Komputer untuk ujian juga diperiksa terlebih dahulu, untuk memastikan tidak ada aplikasi ilegal yang terpasang.
Saat ujian berlangsung, peserta dipastikan hanya dapat mengakses soal melalui aplikasi khusus bernama CBT Exam Browser.
Aplikasi tersebut mengunci sistem komputer sehingga peserta tidak bisa membuka aplikasi lain, mengambil tangkapan layar, atau merekam aktivitas di layar.
Pengawasan semakin diperkuat dengan penggunaan CCTV berbasis kecerdasan buatan. Kamera ini mampu memantau perilaku peserta secara real-time dan mendeteksi gerakan mencurigakan.
Baca juga: ITS Terapkan Teknologi AI Face Recognition dan Keamanan Ketat di UTBK SNBT 2026
Melalui sistem pengawasan ketat yang dilakukan, mulai dari sebelum hingga selama ujian, UTBK-SNBT 2026 diharapkan dapat berjalan dengan jujur, adil, dan transparan.
Hal ini memastikan bahwa hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta yang sesungguhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Universitas Negeri Malang, IPB, Itera.ac.id