INDOZONE.ID - Menulis skripsi tidak hanya soal menyusun teori dan melakukan penelitian, tetapi juga memastikan bahwa sumber referensi yang digunakan benar-benar kredibel.
Salah satu tantangan mahasiswa adalah menemukan jurnal internasional yang bereputasi dan relevan dengan topik penelitian.
Agar tidak salah langkah, berikut panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara menemukan jurnal internasional bereputasi.
Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus
Database Jurnal Internasional yang Wajib Digunakan
1. Scopus
Scopus merupakan salah satu database jurnal terbesar di dunia dan menjadi rujukan utama banyak kampus serta peneliti internasional.
Platform tersebut menyediakan banyak jurnal ilmiah berkualitas tinggi yang telah melalui proses peer review secara ketat.
Salah satu keunggulan utama Scopus adalah adanya sistem pemeringkatan jurnal berdasarkan kuartil, mulai dari Q1 hingga Q4.
Jurnal Q1 biasanya memiliki reputasi paling tinggi dan sering dijadikan referensi utama dalam penelitian akademik.
Karena kualitasnya yang terpercaya, Scopus sangat cocok digunakan mahasiswa untuk mencari sumber teori, metode penelitian, maupun penelitian terdahulu yang relevan dengan topik skripsi.
2. ScienceDirect
ScienceDirect adalah platform penyedia jurnal dan buku ilmiah yang sangat populer, terutama di bidang teknik, sains, kesehatan, dan teknologi.
Database ini dimiliki oleh Elsevier dan menyediakan banyak artikel peer-reviewed yang dapat dijadikan referensi penelitian.
Keunggulan ScienceDirect terletak pada kelengkapan isi artikelnya yang detail dan mudah dipahami.
Mahasiswa dapat menemukan pembahasan teori, metode penelitian, hingga hasil eksperimen terbaru dalam berbagai bidang ilmu.
ScienceDirect sering menjadi pilihan utama mahasiswa teknik dan kesehatan saat mencari referensi skripsi.
3. Google Scholar
Google Scholar menjadi platform yang paling sering digunakan mahasiswa karena mudah diakses dan gratis.
Mesin pencari akademik tersebut dapat menampilkan berbagai jenis referensi seperti jurnal, tesis, disertasi, prosiding, hingga buku ilmiah.
Selain itu, Google Scholar juga memungkinkan pengguna melihat jumlah sitasi suatu artikel sehingga membantu mengetahui seberapa berpengaruh penelitian tersebut.
Meskipun sangat praktis, mahasiswa tetap perlu berhati-hati karena tidak semua hasil pencarian berasal dari jurnal bereputasi.
Penting untuk tetap memeriksa indeksasi dan kualitas jurnal sebelum menggunakannya sebagai referensi.
Cara Efektif Menggunakan Kata Kunci
Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa ketika mencari jurnal adalah mengetik pertanyaan panjang, seperti di mesin pencari biasa.
Padahal, database ilmiah bekerja lebih efektif jika menggunakan kata kunci spesifik dan terstruktur.
1. Penggunaan Operator AND
Operator AND digunakan untuk mempersempit hasil pencarian dengan memastikan kedua kata kunci muncul dalam artikel yang dicari.
Misalnya, ketika mahasiswa mengetik “machine learning” AND “supply chain”, sistem hanya akan menampilkan artikel yang membahas kedua topik tersebut secara bersamaan.
Teknik ini sangat membantu ketika topik penelitian memiliki fokus yang spesifik sehingga hasil pencarian tidak terlalu luas.
2. Penggunaan Operator OR
Operator OR digunakan untuk memperluas hasil pencarian dengan mencari istilah yang memiliki makna serupa atau sinonim.
Contohnya, penggunaan kata “artificial intelligence” OR “AI” akan membantu sistem menampilkan artikel yang menggunakan salah satu dari kedua istilah tersebut.
Cara ini sangat efektif untuk menemukan lebih banyak referensi yang relevan meskipun penulis jurnal menggunakan istilah yang berbeda.
3. Penggunaan Operator NOT
Operator NOT digunakan untuk mengecualikan topik tertentu dari hasil pencarian. Misalnya, ketika mahasiswa mencari topik “diabetes” NOT “type 1”, maka artikel tentang diabetes tipe 1 tidak akan muncul dalam hasil pencarian.
Teknik tersebut dapat membantu memperjelas fokus penelitian dan menghindari artikel yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
4. Penggunaan Tanda Kutip
Tanda kutip digunakan untuk mencari frasa secara spesifik dan berurutan. Contohnya, ketika mengetik “internet of things”, sistem akan mencari artikel yang mengandung frasa tersebut secara tepat, bukan kata-kata yang terpisah.
Penggunaan tanda kutip sangat membantu agar hasil pencarian lebih akurat dan sesuai dengan topik penelitian yang dicari.
Baca juga: FIKES UB Hadirkan Layanan Analisis Komposisi Tubuh dengan Teknologi InBody 970 yang Lebih Akurat
Cara Membedakan Jurnal Kredibel dan Jurnal Predator
Mahasiswa harus berhati-hati karena tidak semua jurnal internasional memiliki kualitas yang baik.
Saat ini terdapat banyak jurnal predator yang hanya mengejar keuntungan tanpa menjalankan proses akademik yang benar.
Ciri-Ciri Jurnal Kredibel
Jurnal kredibel biasanya terindeks di database resmi, seperti Scopus, Web of Science, PubMed, atau SJR.
Selain itu, jurnal terpercaya selalu memiliki proses peer review yang jelas dan membutuhkan waktu cukup lama karena artikel harus diperiksa oleh para ahli sebelum diterbitkan.
Website jurnal juga umumnya terlihat profesional, memiliki informasi editor yang jelas, aturan publikasi lengkap, serta kontak institusi yang resmi.
Transparansi tersebut menandakan jurnal tersebut dikelola secara profesional dan dapat dipercaya.
Baca juga: UI Half Marathon 2026 Resmi Dibuka, Targetkan Lebih dari 7.000 Pelari
Ciri-Ciri Jurnal Predator
Berbeda dengan jurnal kredibel, jurnal predator biasanya menawarkan proses penerimaan artikel yang cepat tanpa proses review jelas.
Banyak jurnal predator juga meminta biaya publikasi tinggi, tetapi tidak memberikan penjelasan transparan mengenai proses penyuntingan artikel.
Selain itu, tampilan website sering kali terlihat tidak profesional dan penuh kesalahan tata bahasa. Tidak jarang pula nama jurnal dibuat mirip dengan jurnal terkenal agar terlihat meyakinkan.
Penting agar mahasiswa selalu teliti sebelum menggunakan jurnal sebagai sumber referensi penelitian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Deepublish Store, Masoem University, Ridwan Institute