INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih posisi Runner Up dalam ajang Rhythm of Asia Dance Festival International 2026.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Gayatri Academy Singapore dan berlangsung pada 9 hingga 11 Januari 2026 di Singapura.
Baca juga: AIESEC in Unila: Revia Valentina Harumkan Indonesia Lewat Aksi Sosial Internasional di Filipina
Tim penari Unila yang terdiri dari Gading Husain, Dewinta Ramadani, Rindang Pranawi Mustari Putri, Hani Alifah, dan Wisnu Rahmad Dani tampil memukau di bawah arahan dosen pendamping, Lora Gustia Ningsih, S.Sn., M.Sn.
Festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan menjadi wadah penting bagi para seniman di Asia untuk saling bertukar kreativitas dan mempererat hubungan antarbudaya melalui seni tari.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan, tim Unila membawakan sebuah karya tari berjudul "Hulubalang". Tarian ini mengusung tema semangat dan kekuatan identitas budaya Lampung yang dikemas dengan sentuhan koreografi modern.
Melalui penampilan yang dibawakan, mereka berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi tetap relevan dan dapat bersanding harmonis dengan unsur seni kekinian tanpa menghilangkan makna aslinya.
Baca juga: 5 Alasan Jurusan Pendidikan Teknik Kriya Cocok untuk Pecinta Seni dan Budaya
Sebelum diperbolehkan tampil di Singapura, karya mereka harus melewati proses seleksi atau kurasi yang sangat ketat.
Setelah dinyatakan lolos, para mahasiswa menjalani latihan intensif untuk memperdalam teknik, ekspresi, serta membangun kekompakan tim.
Dewinta Ramadani mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah membagi waktu antara jadwal kuliah yang padat dengan sesi latihan yang menguras tenaga.
Namun, rasa lelah tersebut terbayar lunas dengan keberhasilan mereka di panggung internasional.
“Kami mendapat banyak dukungan, salah satunya dari Dekan FKIP Unila, Bapak Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., yang memberikan motivasi kepada tim kami. Selain itu, ada juga dukungan dari sponsor dan berbagai pihak lainnya,” tutur Dewinta.
Baca juga: Sering Malas Kuliah? Ini 5 Tips Ampuh Kembalikan Motivasi Belajar
Dewinta menekankan bahwa kunci utama kemenangan mereka adalah kesungguhan dan ikatan emosional (chemistry) yang kuat saat beraksi di atas panggung.
Melalui pencapaian ini, tim Pendidikan Seni Tari Unila berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berani mengeksplorasi potensi diri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
“Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Setiap proses pasti memiliki tantangan, tetapi jika dijalani dengan konsisten dan sungguh-sungguh, kesempatan untuk meraih prestasi akan selalu ada,” pesan Dewinta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila.ac.id