Belajar Sejak Kecil, Mahasiswa UB Asal Madagaskar Juara Lafest Competition 2026 Kategori Bahasa Indonesia
INDOZONE.ID - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) asal Madagaskar, Andry Njakatiana Anthonio, berhasil meraih Juara 3 kategori Bahasa Indonesia dalam ajang Lafest Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Telkom University.
Kompetisi yang ditujukan bagi mahasiswa internasional tersebut hadir untuk menantang peserta warga negara asing (WNA) dalam mendeskripsikan gambar menggunakan bahasa Indonesia secara komunikatif, kreatif, dan menarik di hadapan dewan juri.
Lafest Competition merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa asing, sekaligus mengasah keterampilan komunikasi dan pemahaman budaya Indonesia.
Pada tahun ini, peserta mengikuti kategori 'Mendeskripsikan Gambar' yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai negara.
Baca juga: Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
Andry menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung dalam dua tahap. Pada babak awal yang digelar secara daring, sebanyak 37 peserta WNA diminta memilih tiga gambar untuk dideskripsikan.
Peserta tidak hanya menjelaskan isi gambar, tetapi juga harus mengaitkannya dengan pesan yang ingin disampaikan serta nilai-nilai budaya Indonesia yang terkandung di dalamnya.
“Bukan hanya mendeskripsikan apa yang terjadi di gambar, tapi juga pesan yang ingin disampaikan gambar, dan bagaimana menghubungkan gambar tersebut dengan budaya Indonesia. Contoh gambarnya adalah Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Berkat penampilannya pada tahap pertama, Andry berhasil melaju ke babak final yang berlangsung di Telkom University, Bandung.
Pada sesi ini, para finalis diminta mempresentasikan dan menjelaskan gambar yang diberikan secara langsung dalam bahasa Indonesia untuk menguji kemampuan berbicara mereka.
Baca juga: Rahasia Sukses SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Seluruh Lulusannya Diterima di PTN
Meski berhasil meraih posisi tiga besar, Andry mengaku sempat menghadapi tantangan saat tampil di depan juri dan penonton.
Rasa gugup membuatnya beberapa kali lupa kata-kata yang ingin disampaikan. Namun, ia menganggap pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya dalam bahasa Indonesia.
Menariknya, kemampuan bahasa Indonesia Andry telah terbentuk sejak lama. Ia mengaku tumbuh dengan mendengarkan lagu-lagu Indonesia karena orang tuanya merupakan penggemar penyanyi senior Indonesia, seperti Betharia Sonata.
Ketertarikannya terhadap Indonesia juga semakin berkembang ketika ia bergabung dengan klub bahasa Indonesia saat duduk di bangku sekolah menengah dan menjadi tutor bahasa Indonesia ketika menempuh pendidikan sarjana di Nigeria.
Baca juga: Mahasiswa Bukan Sekadar Pengkritik! Menilik Makna Baru Agent of Change di Era Digital
Selain itu, Andry menilai bahasa Indonesia memiliki sejumlah kemiripan dengan bahasa nasional Madagaskar, yakni Malagasy. Beberapa kosakata bahkan terdengar hampir sama, sehingga memudahkannya mempelajari bahasa Indonesia.
“Sampai sekarang saya mendengarkan lagu Tulus, Afgan, Yura Yunita dan banyak lagi. Menariknya, banyak kata dari bahasa Malagasy mirip dengan bahasa Indonesia. Misalnya, buku dalam bahasa Malagsy buki, lauk bermakna sama, dan kami juga menggunakan imbuhan,” ujarnya.
Meski sudah cukup fasih, Andry mengaku masih menghadapi tantangan ketika harus memahami percakapan masyarakat Indonesia yang berbicara dengan cepat atau menggunakan aksen daerah tertentu.
Namun, pengalaman tersebut justru semakin memperkaya proses belajarnya dalam mengenal bahasa dan budaya Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id