INDOZONE.ID - Tim akademisi dari Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Dalam rangka memperingati World Ocean Day 2026, para dosen dan mahasiswa turun langsung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada Sabtu, 23 Mei 2026, untuk melakukan aksi pelestarian lingkungan.
Baca juga: Itera Ajarkan Anak Panti Membuat Hand Sanitizer Alami dan Ramah Lingkungan
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin kampus melalui rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Series #2.
Mengusung tema “Aksi Nyata untuk Pantai Produktif dan Berkelanjutan,” keterlibatan UNJ menjadi simbol peran penting perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya wilayah pesisir yang bersih dan sehat.
Hal tersebut selaras dengan upaya global dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan di wilayah laut.
Acara peringatan dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH RI, Moh. Jumhur Hidayat.
Keunikan dari kegiatan tahun ini adalah kuatnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, POLRI, Dinas Lingkungan Hidup, hingga organisasi internasional seperti UNEP.
Selain itu, para relawan, anggota Pramuka, dan masyarakat lokal Kepulauan Seribu turut bahu-membahu untuk mengatasi isu serius seperti polusi sampah plastik dan dampak perubahan iklim.
Baca juga: Fakultas Teknik UMS Resmikan Water Station, Dorong Kampus Bebas Plastik
Selama berada di Pulau Pramuka, para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif dan konservasi.
Kegiatan dimulai dengan aksi bersih-bersih pantai, kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pemberian edukasi mengenai lingkungan kepada warga setempat.
Salah satu momen penting dalam acara tersebut adalah pelepasan tukik atau anak penyu ke laut lepas sebagai bagian dari upaya menjaga populasi penyu yang kian terancam.
Prof. Eliana Sari, selaku Koordinator Program Studi sekaligus Ketua PKM, menekankan bahwa kesehatan laut memiliki pengaruh langsung terhadap standar hidup manusia.
Menurutnya, laut bukan sekadar sumber pangan dan ekonomi, melainkan fondasi kehidupan yang keberlanjutannya harus dijamin.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah di laut tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan butuh sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas.
Baca juga: Bantu Pasien Lupus, Tim Kesehatan Masyarakat UI Bawa Pulang Juara di CIMSAThon 2026
“Melalui keterlibatan dalam aksi lingkungan di Pulau Pramuka ini, kami ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan serta menggerakkan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir,” jelasnya.
Lewat kegiatan yang diselenggarakan, UNJ menjalankan salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Para mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris mengenai tantangan nyata dalam mengelola kawasan pesisir.
Harapannya, aksi ini dapat memicu kesadaran masyarakat untuk menjaga kekayaan laut Indonesia demi masa depan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unj.ac.id