Kamis, 09 JULI 2026 • 16:16 WIB

USNI Latih UMKM Kuliner Menjadi Duta Gastrodiplomasi Indonesia

Author

Tim Dosen USNI memberikan pelatihan gastrodiplomasi kepada pelaku UMKM di bidang kuliner kue tradisional. (Dok. Press Release)

INDOZONE.ID - Tim dosen Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) memberikan pelatihan gastrodiplomasi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner kue tradisional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di RT. 4/RW. 6, Ciledug, Tangerang.

Pelatihan ini bertujuan tidak hanya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memperkuat merek (brand) produk kue dan jajanan tradisional yang mereka hasilkan, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai peran kuliner sebagai media diplomasi budaya. 

Melalui pendekatan gastrodiplomasi, para peserta didorong untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan tradisi yang terkandung dalam kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami berharap pelatihan gastrodiplomasi ini tidak hanya membuat masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia, semakin mengenal nilai-nilai budaya dan tradisi yang terkandung dalam kue-kue tradisional Indonesia," ujar Alessandro Kurniawan, Ketua Tim PKM USNI, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Baca juga: Sebelum Daftar Jadi Sekbid OSIS, Kenali Dulu 10 Sekbid dan Tugasnya

"Misi kami adalah agar UMKM tidak hanya berperan sebagai produsen kuliner, melainkan juga menjadi garda terdepan sekaligus duta yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui makanan," sambungnya.

Program PKM ini diketuai oleh Alessandro Kurniawan Ulung, M.A., dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, dengan anggota tim Risqi Inayah Dwijayanti, M.I.Kom., dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Yuli Setiawan, M.A., dari Program Studi Manajemen. 

Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi di USNI, yaitu Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. 

Baca juga: 3 Spot Nongkrong Asik di UI, Anak UI Wajib Cobain!

Pelatihan dilaksanakan pada Juni dan Juli 2026. Pelatihan ini memiliki enam sesi pelatihan, yang mencakup pengenalan gastrodiplomasi sebagai bagian dari diplomasi budaya, komunikasi pemasaran, dan bisnis digital untuk mendukung pengembangan usaha para peserta.

Dalam pemaparannya, Alessandro menjelaskan bahwa gastrodiplomasi merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya yang memanfaatkan makanan sebagai sarana memperkenalkan identitas suatu bangsa kepada masyarakat internasional.

"Diplomasi tidak selalu dilakukan melalui forum resmi atau meja perundingan. Kuliner juga dapat menjadi instrumen diplomasi yang efektif karena mampu membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus menciptakan citra positif suatu negara," ujarnya.

Pada sesi tersebut, Alessandro mengajak peserta memahami nilai-nilai budaya, tradisi, dan cerita yang melatarbelakangi berbagai kue tradisional Nusantara, seperti lemper, onde-onde, dan kue cucur. 

Menurutnya, setiap makanan tradisional tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga mengandung filosofi yang mencerminkan identitas budaya Indonesia.

Lemper, misalnya, memiliki makna simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Daun pisang yang membungkus lemper melambangkan perlindungan, keharmonisan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas. 

Sementara itu, beras ketan yang lengket melambangkan eratnya hubungan antarmanusia, persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan.

Pada sesi berikutnya, Risqi Inayah Dwijayanti memberikan pelatihan mengenai teknik storytelling kepada para pelaku UMKM. Menurutnya, kemampuan bercerita menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran karena mampu menyampaikan nilai budaya, tradisi, dan sejarah yang melekat pada setiap produk kuliner.

"Storytelling penting karena membantu pelaku UMKM menyampaikan nilai-nilai budaya dan tradisi di balik setiap produk yang mereka jual. Cerita tersebut akan menjadi pembeda sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen, sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan meskipun produk dijual dengan harga yang lebih tinggi," kata Risqi.

Selain membahas teknik storytelling, Risqi juga melatih peserta memanfaatkan aplikasi Canva sebagai media promosi digital. 

Para peserta diajarkan memilih template yang sesuai dengan identitas merek, mengunggah foto produk yang menarik, serta menyesuaikan nama produk, harga, warna, dan jenis huruf agar informasi yang disampaikan lebih menarik dan mudah dipahami oleh konsumen.

Salah seorang peserta, Ida Widanengsih, pemilik UMKM Idalicious, mengapresiasi pelaksanaan PKM USNI yang memperkenalkan konsep gastrodiplomasi kepada para pelaku UMKM. 

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahamannya mengenai nilai-nilai budaya dan tradisi di balik kue-kue Nusantara, tetapi juga memotivasinya untuk memanfaatkan nilai-nilai tersebut dalam memperkuat merek produknya sekaligus turut memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Pelatihan gastrodiplomasi ini membuka mata kami tentang besarnya potensi kue-kue tradisional Indonesia. Kami jadi semakin yakin bahwa kue-kue Indonesia mampu bersaing dan tidak kalah populer dibandingkan kue-kue dari mancanegara," ujar Ida.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU