Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 02 AGUSTUS 2024 • 13:51 WIB

Pahit Manis Undang-undang Gula, Buat Belanda Kaya Namun Petani Menderita

Pahit Manis Undang-undang Gula, Buat Belanda Kaya Namun Petani Menderita(Dok: Suikerverpakking in zakken. Casing of sugar in sacks KITLV)

INDOZONE.ID - Suikerwet atau undang-undang gula adalah aturan yang dibuat oleh Belanda. Aturan ini dibuat bersamaan dengan diberlakukannya undang-undang agraria atau agrarischewet pada tahun 1870.

Suikerwet mulai diberlakukan setelah berakhirnya masa sistem tanam paksa (cultuurstelsel) yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Johannes Van Den Bosch yang menjajah wilayah Indonesia. Pada masa itu juga partai liberal yang ada di Belanda meraih kemenangan.

Suikerwet diberlakukan dikarenakan sistem penanaman paksa yang saat itu dilakukan Belanda dengan cara yang tidak adil. Banyak masyarakat di Indonesia yang merasakan dampak negatif.

Salah satu dampak negatif yang sangat terasa bagi masyarakat Indonesia adalah adanya paksaan bagi rakyat untuk menyerahkan tanahnya sebagai pembayaran pajak, hal ini tentu memberatkan sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia.

Dampak Positif Undang-undang Gula

Adapun dampak positif yang didapatkan dari diberlakukannya undang-undang gula atau Suikerwet tahun 1870 adalah membantu para petani untuk meningkatkan keuntungan sosial maupun ekonomi mereka. Hal ini dikarenakan perkebunan tebu biasanya akan memerlukan tenaga kerja untuk persiapan, penananaman, pemeliharaan dan yang terakhir adalah pada masa panen.

Dampak positif selanjutnya adalah membantu perekonomi Belanda, banyak para pengusaha swasta terutama dari Eropa berdatangan ke Hindia Belanda untuk membuka usaha baru.

Dampak Negatif Undang-undang Gula

Penutupan usaha kecil yang dimiliki oleh penduduk asli akibat dari peningkatan produksi tebu untuk diekspor, menyebabkan kehidupan mereka semakin sulit.

Akibat dari pemberlakuan Undang-undang Gula, contoh usaha kecil yang mengalami kerugian meliputi pengolahan tebu dan usaha petani yang dimiliki oleh penduduk asli.

Peningkatan produksi tebu untuk diekspor menyebabkan penutupan usaha petani milik penduduk asli, yang berdampak pada hilangnya sumber pendapatan dan memperberat kehidupan mereka.

Di samping itu, peningkatan produksi tebu untuk diekspor juga menghasilkan penutupan usaha pengolahan tebu, seperti pabrik gula, yang mengakibatkan penurunan pendapatan bagi penduduk lokal.

Dengan demikian, meskipun Suikerwet memberikan beberapa dampak positif dalam aspek ekonomi, dampak negatifnya terhadap masyarakat pribumi Indonesia menunjukkan ketidakseimbangan dan ketidakadilan yang dialami oleh mereka dalam struktur ekonomi kolonial.


Pahit Manis Undang-undang Gula, Buat Belanda Kaya Namun Petani MenderitaBanner Z Creators Undip

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Avatara

Tags gula
BERITA TERBARU

Pahit Manis Undang-undang Gula, Buat Belanda Kaya Namun Petani Menderita

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!