“Unit Esports ini menjadi salah satu UKM mahasiswa yang paling adaptif dan relevan terhadap perkembangan zaman,” kata Dr. Widyastuti Purbani, selaku Wakil Dekan Fakultas Filsafat UGM dan sekaligus Dosen Pembina UKM Esports UGM dalam seminar Infinix AI – Campus Connect 2025 “Create Smarter, Work Faster”, mengupas peran Artificial Intelligence (AI) sebagai alat kreativitas dan refleksi etis yang digelar di Gedung Notonagoro, Fakultas Filsafat UGM, belum lama ini.
Widy, demikian sapaan akrabnya, menuturkan, Fakultas Filsafat memberikan perhatian terhadap olahraga video game ini dan perkembangan etika AI. Menurutnya, permainan video game ini menjadi titik temu yang menarik antara filsafat, teknologi, dan kreativitas.
"Banyak penelitian tugas akhir mahasiswa Filsafat yang sekarang mengangkat tema-tema AI dan Esports. Kami melihat ini sebagai ruang diskusi penting, agar teknologi tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Widyastuti.
Sementara Nindya Rahmaningrum selaku panitia dari kegiatan ini mengungkapkan diskusi yang melibatkan anggota UKM Esport dan mahasiswa ini dalam rangka menambah pengetahuan mengenai pemanfaatan AI pada era ini. Menurut dia, bagaimana AI dapat relevan dengan kehidupan sehari-hari terutama untuk mahasiswa sebagai alat yang bisa digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari sesuai dengan etik.
“Jadi, diskusi ini berguna buat nambah pengetahuan dari mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan kerja sama Infinix dan UGM tidak hanya memperkenalkan teknologi canggih, tetapi juga mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang bagaimana AI dapat digunakan secara bertanggung jawab dan bermakna. Kolaborasi antara industri, akademisi, dan komunitas mahasiswa ini membuktikan pentingnya sinergi dalam membentuk ekosistem AI yang etis dan kreatif di Indonesia.
BACA JUGA Pengembangan Teknologi Nuklir Antara UGM dan IMT Atlantique Perancis
“Sebagai penutup, kemeriahan acara dilengkapi dengan kompetisi Fun Match Mobile Legends yang menawarkan hadiah menarik bagi para pemenang,” ujarnya.
BACA JUGA Kolaborasi Bersama Microsoft Indonesia, UGM Siap Cetak Talenta AI
Salah satu peserta seminar, Rahmayasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengungkapkan bahwa seminar ini sangat membantu para Gen-Z sebagai pengguna AI.
“Dari acara ini, kita bisa tahu etika penggunaan AI itu bagaimana, bahwa AI merupakan alat bantu bagi mahasiswa,” ungkapnya.