Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 09 JULI 2025 • 09:40 WIB

Mitos Perkuliahan: Kupas Tuntas Ekspektasi Sebelum Melangkah ke Dunia Kampus

Mitos Perkuliahan: Kupas Tuntas Ekspektasi Sebelum Melangkah ke Dunia KampusIlustrasi mahasiswa baru (freepik)

INDOZONE.ID - Bagi kamu calon mahasiswa baru, mungkin berbagai pertanyaan telah memenuhi benak.

Apakah dosen di perkuliahan akan sekaku dan sesulit di SMA? Atau, apakah kuliah berarti kebebasan penuh untuk melakukan apa saja tanpa batasan?

Gambaran-gambaran ini mungkin terdengar menarik dan menjadi bumbu penyemangat saat membayangkan kehidupan kampus.

Namun, tidak semua ekspektasi yang terbangun akan sesuai dengan realita yang dihadapi, terutama setelah kamu resmi menyandang status sebagai mahasiswa baru.

Mari kita bedah beberapa mitos populer tentang perkuliahan yang mungkin baru terasa 'tidak tepat' setelah kamu mengalaminya langsung.

1. Kuliah Lebih Santai, Bebas, dan Fleksibel Dibanding Masa Sekolah

Baca juga: 3 Hal Tabu Bagi Mahasiswa! Hindari Ini Kalau Kamu Mau Kuliah Tanpa Drama

Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan di kampus akan jauh lebih bebas, terlihat dari aturan berbusana, jam pulang yang tidak ketat, dan minimnya pengawasan guru.

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar ataupun salah. Justru, perbedaan esensial antara sekolah dan kuliah terletak pada pengelolaan tugas dan tanggung jawab.

Kelonggaran jadwal kelas dan struktur mingguan yang lebih fleksibel justru dapat memicu kelalaian dalam pengumpulan tugas. Beragamnya aktivitas akademik dan non-akademik menuntut kamu untuk memiliki manajemen waktu yang lebih baik.

Artinya, kamu dituntut untuk lebih disiplin pada diri sendiri, karena tidak lagi ada pengawasan dan bantuan intensif dari guru.

2. IPK Tinggi Jaminan Masa Depan Cerah

Keyakinan bahwa IPK tinggi akan menjamin pekerjaan seringkali berasal dari pandangan generasi sebelumnya, di mana meraih IPK sempurna (4.0) dianggap sangat sulit dan menjadi sebuah prestasi luar biasa.

Hingga kini, IPK 4.0 masih menjadi primadona dan kebanggaan saat wisuda.

Nyatanya, dalam konteks perkuliahan, IPK memang merupakan indikator penting dari kemampuan akademis. Namun, faktanya IPK bukanlah satu-satunya atau jaminan mutlak untuk meraih kesuksesan di dunia kerja.

Dunia kerja saat ini menuntut kemampuan praktis (skill), pengalaman nyata melalui hasil karya (portofolio), serta pengalaman terjun langsung ke lapangan seperti magang dan berorganisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@gradient_idn

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mitos Perkuliahan: Kupas Tuntas Ekspektasi Sebelum Melangkah ke Dunia Kampus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!