Civitas akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo beserta Duta Besar Venezuela (press release)
INDOZONE.ID - Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), merupakan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) ternama di Indonesia. Kampus ini juga dikenal serta memiliki sejarah panjang mengenai nasionalisme, kebhinekaan, dan terbuka terhadap dunia global.
Kampus yang didirikan pada tahun 1962 ini memiliki motto Unita Pro Cedunt atau Bersama Meraih Sukses. Dengan motto ini, menjadikan Universitas Moestopo terus berpikir maju dalam bidang pendidikan.
Hal ini dibuktikan dengan perkembangan kampus yang berawal dari kursus tukang gigi, hingga sekarang jadi salah satu kampus terpandang di Jakarta bahkan Indonesia.
Baca juga: Siswa SMA Se-Jawa Timur Jajal Serunya Dunia Gigital Communication di Digicamp BINUS Malang
Seiring berkembangnya zaman, Universitas Moestopo bukan cuma fokus pada ilmu kedokteran gigi saja. Namun, membuka studi dalam berbagai keilmuan termasuk hubungan internasional.
Salah satu langkah konkret Universitas Moestopo dalam keilmuan hubungan internasional khususnya diplomasi budaya yaitu, penerimaan kunjungan Duta Besar Venezuela untuk Indonesia H.E. Mr. Enrique Acuna Mendoza
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian acara "Meet D’Ambassador" dan “Latin America Movie Festival”. Acara ini digelar oleh Program Studi Hubungan Internasional, pada Selasa, 15 Juli 2025 di Ruang Amphi Theater, Kampus I Universitas Moestopo.
Acara ini sekaligus menghadirkan nonton film bareng “Bolívar, el Hombre de las Dificultades”. Film ini menceritakan kisah Simon Bolivar selama pengasingannya di Jamaika. Bukan hanya menonjolkan sisi historis saja, film ini juga menceritakan perjuangan politik seorang Bolivar.
Perjuangan untuk kemerdekaan, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, melawan perbudakan, serta memicu semangat revolusi kebebasan rakyat di wilayah Amerika Latin.
Baca juga: Seorang Mahasiswi Histeris Maling Curi Laptopnya di Bus, Ada File Skripsi Ikut Hilang
Dalam sambutannya, Enrique menegaskan kalau perjuangan Bolivar bukan hanya untuk Venezuela saja, tapi tentang pembebasan Amerika Latin dari kolonialisme.
“Semangat Bolívar selama masa penjajahan menjadi pondasi penting bagi kemerdekaan bangsa Venezuela dan Amerika Latin secara keseluruhan,” tegasnya.
Rektor Universitas Moestopo Dr. Muhammad Saefulloh juga menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan diplomatik ini. Ia menyoroti pentingnya kerja sama antarbangsa dalam pendidikan dan budaya. Selain itu, penggunaan media sosial yang jadi alat pada diplomasi modern saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release