INDOZONE.ID - Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dadi Mukti di Desa Gentan, Bendosari, Sukoharjo makin terasa nyata. Bukan karena dana besar, tapi berkat sentuhan kreatif dari mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) 2025.
Dengan mengusung semangat “BUMDes yang profesional dan akuntabel”, mahasiswa dari Tim Dukuh 1 hadir membawa dua program unggulan yaitu penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan penerapan sistem evaluasi kinerja 360 derajat. Keduanya jadi kunci penting dalam mengubah wajah pengelolaan BUMDes secara lebih rapi dan transparan.
Baca juga: Siap Panen Sayur Segar dan Lele Gemuk? Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Belajar Aquaponik Sederhana!
Salah satu inisiator program, Muhammad Hidayatulloh Nur Farisy, mahasiswa UNDIP yang aktif di lapangan, terlibat langsung dalam penyusunan SOP bersama para pengelola. Nggak cuma nulis dokumen, prosesnya dilakukan partisipatif lewat diskusi terbuka dan simulasi kerja bareng tim BUMDes.
Beberapa poin penting dalam SOP yang disusun antara lain:
SOP ini jadi pedoman kerja agar semuanya lebih tertib, efisien, dan minim konflik. Nggak heran kalau pengurus BUMDes menyambutnya dengan antusias.
Baca juga: Posko Terpadu, Simbol Inovasi BUMDes Gentan dari Mahasiswa KKN UNDIP
Nggak berhenti di SOP, mahasiswa UNDIP juga memperkenalkan sistem evaluasi 360 derajat. Metode ini memungkinkan pengelola dievaluasi bukan cuma oleh atasan, tapi juga rekan kerja, bawahan, bahkan mitra usaha. Tujuannya? Biar penilaian kinerja lebih objektif dan menyeluruh.
Evaluasi ini disosialisasikan lewat penyuluhan, formulir penilaian, hingga panduan interpretasi hasil. Semua dipersiapkan biar gampang dipahami dan langsung bisa diterapkan.
“Selama ini kami cuma saling mengingatkan lisan aja. Tapi dengan sistem ini, jadi lebih enak nyampeinnya, lebih rapi dan membangun,” ungkap salah satu pengelola BUMDes.
Perubahan yang dibawa Muhammad dan timnya nggak cuma soal aturan di atas kertas. Mereka hadir sebagai fasilitator yang mendampingi pengelola desa dengan sabar, konsisten, dan berdampak nyata.
“SOP dan evaluasi ini bukan cuma dokumen. Ini fondasi masa depan BUMDes kami. Kami terbantu banget dan berharap program kayak gini bisa lanjut terus,” tutup Ketua BUMDes Dadi Mukti.
Langkah kecil dari mahasiswa ini jadi bukti nyata kalau kolaborasi antara kampus dan desa bisa menghadirkan perubahan besar. Salut!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan