Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 16:30 WIB

Jangan Asal Klaim OCD, Mahasiswa Wajib Tahu Bedanya Perfeksionis dan Gangguan Mental

Jangan Asal Klaim OCD, Mahasiswa Wajib Tahu Bedanya Perfeksionis dan Gangguan MentalIlustrasi gangguan kecemasan. (freepik)

INDOZONE.ID - Sering dengar kalimat, “Aduh, OCD-ku kumat gara-gara meja berantakan”?

Di lingkungan mahasiswa, istilah OCD sering disamakan dengan sifat perfeksionis atau suka kerapian. Padahal, OCD bukan sekadar soal "suka rapi", lho!

Perfeksionis vs OCD

Perfeksionis adalah pilihan yang biasanya kita nikmati, seperti menata buku sesuai warna atau memastikan tugas tampak rapi karena bikin nyaman.

Sedangkan bagi orang dengan OCD (Obsessive Compulsive Disorder), tindakan itu muncul karena dorongan dari pikiran yang mengganggu (intrusive), misalnya: “Colokan udah dicabut belum ya? Aduh, deket tisu lagi… kalau kebakaran gimana?”

Baca juga: 12 Istilah dalam Dunia Kedokteran, Maba FK Wajib Banget Tahu!

Pikiran-pikiran inilah yang membuat penderita OCD merasa terpaksa melakukan sesuatu secara berulang, meski sudah melelahkan secara mental.

Kenali Perbedaan OCD dan Perfeksionis

1. Perfeksionis Itu Pilihan, OCD Itu Paksaan

Kalau perfeksionis bisa dinikmati, OCD memaksa seseorang melakukan sesuatu untuk meredakan kecemasan akibat pikiran obsesif.

Contoh: Revisi tugas 10x karena takut semua nilai hancur kalau ada typo satu huruf.

2. Ada Pikiran yang Mengganggu Terus-Menerus

Pikiran dalam OCD sering muncul tiba-tiba, tidak masuk akal, sedangkan pikiran ini tidak bisa diabaikan.

Misalnya: Takut lupa matiin kompor meski udah dicek 5x atau tidak bisa fokus karena ngerasa harus balas chat dalam hitungan detik.

Baca juga: Kena Omel karena Gak Paham? Cek Istilah Fenomena, Masalah, atau Gap Penelitian

3. Terjebak “Aturan Tak Kasat Mata”

Orang dengan OCD kadang terikat aturan khusus yang hanya dirasakan oleh mereka, seperti: Harus mandi setelah sarapan, bukan sebelumnya atau nggak bisa belajar sebelum meja rapi total

4. Harus Gimana Kalau Mengalaminya?

  • Observasi diri dan catat pola pikir/perilaku
  • Cerita ke orang terpercaya
  • Konsultasi ke psikolog kampus

OCD itu isu serius, bukan istilah yang bisa dipakai sembarangan. 

Dengan lebih berhati-hati menggunakannya, kamu sudah membantu mereka dengan berada di lingkungan yang aman dan suportif. Yuk, bijak pakainya dan saling dukung!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@opiniid

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Asal Klaim OCD, Mahasiswa Wajib Tahu Bedanya Perfeksionis dan Gangguan Mental

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!