Ilustrasi skill berpikir analitis dan kritis (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa salah jurusan? Khawatir karena merasa kurang skill dan pesimis akan sulit mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan gelar yang kamu perjuangkan?
Fenomena ini sering kita lihat: koki di dapur yang dulunya lulusan kedokteran, karyawan kantoran padahal lulusan pertambangan, atau seorang Public Relations (PR) dengan gelar sarjana industri. Tidak asing, kan?
Baca juga: Punya Impian dan Merasa Bersalah sama Ortu? Ini 4 Cara Atasi "Filial Piety Guilt"
Menurut laporan dari World Economic Forum (2025), perusahaan kini tidak lagi hanya melihat gelar akademis yang kamu raih, melainkan seberapa besar keterampilan (skill) dan kemampuan kognitif yang kamu miliki.
Disebutkan, sekitar 36 persen keterampilan kerja di Indonesia akan terdampak dan menjadi usang pada tahun 2030.
Di sinilah mental adaptif dan keinginan untuk meng-upgrade diri menjadi kunci kesuksesanmu di tengah dinamika dunia pekerjaan.
Jadi, skill apa yang sebenarnya dibutuhkan? Soft skill atau hard skill?
Ternyata, skill yang paling dibutuhkan saat ini adalah soft skill. Berikut adalah lima soft skill yang diurutkan berdasarkan prioritas:
Soft skill ibarat pondasi, sementara hard skill adalah keterampilan dasar dan keterampilan tambahanmu.
Baca juga: Ini Kebiasaan Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru Mulai Sekarang
Rahasia Sukses: Ada pada Dirimu, Bukan Jurusanmu
Salah jurusan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, hal ini bisa menjadi nilai tambahmu.
Banyak orang sukses berhasil beradaptasi, menemukan peluang baru, dan memanfaatkan keterampilan lintas bidang dari jurusan yang mereka jalani.
Kuncinya adalah terbuka terhadap pengalaman baru, mau belajar hal baru, dan berani membangun jalur karier sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@opiniid