Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 13:00 WIB

Mahasiswa Program Doktor FMIPA UI Ciptakan Alat Pendeteksi Vitamin C, Lebih Cepat dan Praktis

Mahasiswa Program Doktor FMIPA UI Ciptakan Alat Pendeteksi Vitamin C, Lebih Cepat dan PraktisIndah Nursyamsi bersama Promotor dan Ko-Promotor (ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa program Doktor Universitas Indonesia (UI), Indah Nursyamsi menciptakan inovasi alat deteksi vitamin C lewat perubahan warna. Menariknya, bisa dilihat secara kasat mata tanpa alat tambahan.

Indah adalah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Modifikasi Sifat Optik Nanopartikel Perak untuk Meningkatkan Kerja Sensor Multi-Kolorimetri sebagai Pendeteksi Vitamin C dalam Larutan”.

Baca juga: Mahasiswa BINUS Unjuk Gigi di Kancah Internasional, Lolos Festival Game Developer BIC 2025 di Korea Selatan!

Ada Dua Jenis Sensor

Lewat penelitiannya, Indah mengembangkan dua jenis sensor yang berbentuk bulat dan segitiga. Masing-masing sensor punya sensitivitas dan warna yang khas. Mulai dari kuning sampai ungu tua, tergantung kadar dari vitamin C pada sampel.

Sensor dengan bentuk bulat sangat sensitif, bahkan bisa mendeteksi vitamin C dalam jumlah kecil. Sementara yang berbentuk segitiga, bisa mendeteksi vitamin C lebih beragam dan perubahan warna yang lebih mencolok. Bentuk segitiga ini bisa lebih mudah dilihat.

Indah menggunakan metode analisis warna yang berbasis komputer. Cara ini untuk memastikan keakuratan perubahan warna, sehingga lebih tepat. 

Baca juga: 11 Jurusan Buat Kamu yang Punya Mata Normal, Gak Cocok Buat Penderita Buta Warna

“Sensor ini dibuat agar bisa digunakan langsung di lapangan, terutama di tempat-tempat yang tidak memiliki laboratorium lengkap,” jelas Indah dalam presentasinya. 

Sesuai Anjuran WHO

Teknologi yang diciptakan Indah merupakan solusi cepat, murah, dan portabel untuk deteksi vitamin C sesuai anjuran World Health Organization (WHO), dimana harus ada alat uji yang sederhana agar bisa digunakan di berbagai kondisi lapangan.

Indah juga menegaskan kalau inovasinya bisa dimanfaatkan bidang kesehatan, industri makanan, hingga pendidikan.

“Kami merancang sensor ini agar dapat digunakan langsung di lapangan tanpa perlu alat tambahan atau keahlian khusus. Harapannya, alat ini bisa dimanfaatkan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, industri makanan, hingga Pendidikan, sebagai solusi deteksi vitamin C yang cepat, murah, dan mudah diakses oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Baca juga: Tips Jitu Jawab Pertanyaan Basic saat Wawancara Beasiswa, Jangan Asal Cerita Panjang

Dapat Hasil Sangat Memuaskan

Dalam penyusunan disertasi, Indah didampingi oleh Prof. Vivi Fauzia, Guru Besar Ilmu Material FMIPA UI, sebagai promotor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ui.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa Program Doktor FMIPA UI Ciptakan Alat Pendeteksi Vitamin C, Lebih Cepat dan Praktis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!