Kegiatan literasi digital di Desa Mandalamekar
INDOZONE - Program pengabdian masyarakat Universitas YARSI meluncurkan perpustakaan digital untuk warga Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/2025).
Warga Mandalamekar kini bisa mengakses bahan bacaan lewat laman mandalamekar.my.id. Perpustakaan digital ini berisi ratusan koleksi.
Buku digital yang dikurasi mencakup tema-tema yang dekat dengan kebutuhan warga desa, seperti pertanian, perkebunan hingga pariwisata.
Subjek bacaannya, untuk sementara, memang masih terbatas. Relevansinya bagi warga desa Mandalamekar menjadi pertimbangan utama prioritas pemilihan koleksi tersebut.
Baca juga: Aksi Mahasiswa PMM UMM Menginsiasi Digitalisasi UMKM di Desa Jatirejoyoso
Program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat Pusat YARSI Empowerment Village yang berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat.
Dalam kesempatan peluncuran perpustakaan digital tersebut, tim dari YARSI juga menggelar edukasi literasi bagi warga yang meliputi beberapa tema.
Mereka diperkenalkan dengan pendekatan Literasi 4i: kenali kebutuhan informasi, cari sumber terpercaya, evaluasi isi informasi, dan pakai secara bijak. Dengan metode ini, warga diharapkan semakin kritis dalam memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
Selain itu, warga mendapat sosialisasi penggunaan situs mandalamekar.my.id dan iPusnas. Yang disebut terakhir merupakan aplikasi perpustakaan digital besutan Perpustakaan Nasional.
Baca juga: KKN UNS 201 Dorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Dukung SDGs 02
Kegiatan pengabdian masyarakat Universitas YARSI di Mandalamekar melibatkan belasan guru, penggerak karang taruna dan Bunda Literasi RW.
Lebih dari 90 persen peserta yang hadir berhasil memanfaatkan platform mandalamekar.my.id dan iPusnas dengan baik. Mereka diharapkan bisa menjadi duta yang mengenalkan dunia literasi digital ke masyarakat Mandalamekar.
Menurut Sekretaris Desa Mandalamekar, Ating Sumarni, warga menyambut antusias kehadiran sistem perpustakaan digital ini.
"Perpustakaan digital ini mudah digunakan dan memberi harapan baru bagi gerakan literasi di desa kami," ujar Sumarni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis