Tim Reactics Chem-E-Car UGM (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini giliran komunitas Reactics Chem-E-Car atau komunitas regional Chem-E-Car.
Tim Reactics berhasil mengamankan posisi pertama di Race Competition, kedua di Poster Competition, dan mendapatkan penghargaan Best Video Profile Competition.
Atas raihan ini, tim Reactics berhak berangkat ke AIChE (Annual Student Conference Chem-E-Car Competition). Ajang ini akan diselenggarakan di Boston, Amerika Serikat pada November mendatang.
Baca juga: Fulbright Scholarship Beri Kesempatan Kuliah Gratis di AS: Simak Syarat dan Ketentuannya!
Tim Reactics ini terdiri Thomas Aquino Widaya Putra atau akrab disapa Nino, mahasiswa Prodi Teknik Kimia angkatan 2022, Rafa Haidar Wicaksana (Departemen Teknik Mesin dan Industri), beranggotakan Ikhlasul Amal Abda’i (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Akmal Argiyanto Pratama (Departemen Teknik Kimia).
Lalu ada Ariyo Favian Tamim (Departemen Teknik Mesin dan Industri), Bintang Ramadhan (Departemen Teknik Kimia), serta Muhammad Andriano Hasnam (Departemen Teknik Nuklir dan Fisika) sebagai manajer tim.
Baca juga: UGM Luncurkan Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Pertama di Asia!
Tim ini menghadirkan sebuah prototipe mobil kimia dengan konsep yang unik. Mereka menggunakan gas CO2 sebagai sumber energi, yang dihasilkan reaksi asam-basa antara asam asetat dan natrium karbonat.
Selain itu, reaksi ini juga bersifat endotermik, jadi memerlukan pemicu eksternal.
“Gas CO₂ yang digunakan pun tergolong aman dan stabil karena tidak mudah terbakar seperti gas O₂,” tutur Akmal, Rabu (10/9), di Kampus UGM.
Prototipe mobil kimia (ugm.ac.id)
Baca juga: dr. Firas Farisi Raih MURI sebagai Pencetak Jurnal Scopus Terbanyak Selama Studi Doktoral
Keunikan lain dari mobil ini yaitu pada sistem stopping. Tim Reactics memanfaatkan sensor cahaya, dengan prinsip turbiditas atau kekeruhan yang muncul akibat adanya akumulasi sulfur. Ini merupakan reaksi dari natrium tiosulfat dan asam sulfat.
Kondisi keruh seperti ini membuat cahaya yang menembus sensor jadi makin sedikit, sehingga pada titik itu mobil berhenti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id