INDOZONE.ID - Hidup sebagai mahasiswa gak akan lepas dari kesibukan tugas, deadline mepet, jadwal organisasi yang padat, sampai tekanan ekspektasi dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Gak heran, banyak anak kampus yang gampang stres, insecure, bahkan merasa hidupnya berat banget.
Baca juga: 6 Tips Metode Belajar Efektif untuk si Mahasiswa Pelupa!
Tapi, ada enam filosofi hidup sederhana yang bisa jadi pegangan, biar tetap waras di tengah padatnya dunia perkuliahan. Filosofi ini bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan bisa jadi prinsip sehari-hari.
Mahasiswa pasti sering ketemu situasi di luar kontrol. Misalnya, nilai gak sesuai ekspektasi, dosen tiba-tiba kasih tugas tambahan, atau kondisi keuangan yang lagi seret.
Daripada panik atau overthinking, belajar menerima bisa bikin hati lebih tenang. Sebab, gak semua hal bisa kamu kendalikan.
Sering banget mahasiswa cuma fokus pada IPK atau hasil akhir. Padahal, proses belajar, diskusi, bahkan kegagalan itu bagian penting yang bikin kita berkembang.
Dengan menikmati proses, kuliah bukan cuma soal angka di KHS, tapi perjalanan menuju versi diri yang lebih matang.
Scroll media sosial sering bikin mahasiswa ngerasa ketinggalan teman sudah lulus cepat, ada yang magang di perusahaan besar, ada juga yang sibuk ikut lomba sana-sini.
Padahal, setiap orang punya waktunya sendiri. Fokus sama progress kecil setiap hari jauh lebih sehat daripada sibuk bandingin diri dengan orang lain. Karena kamu dan dia punya jalan yang berbeda.
Gak semua hal di kampus harus direspons. Ada gosip organisasi, drama kelas, sampai masalah kecil yang sebenarnya gak perlu dibesar-besarkan.
Dengan memilih mana yang layak diperjuangkan, energi kamu bisa tersimpan untuk hal yang benar-benar penting, kayak ngerjain tugas, skripsi atau persiapan masa depan.
Kadang ada hal-hal yang memang lebih baik dilepas. Bisa jadi hubungan toxic, ekspektasi yang terlalu tinggi, atau kegagalan yang bikin down. Melepaskan bukan berarti kalah, tapi memberi ruang buat hal baru yang lebih baik datang.
Hidup mahasiswa sering terasa berat karena lupa bersyukur. Padahal, ketenangan bisa hadir dari hal sederhana, nongkrong bareng teman, menikmati kopi di kantin, atau sekadar tidur cukup setelah begadang. Rasa syukur bikin hidup terasa cukup, bahkan di tengah segala keterbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@andrisadipa