INDOZONE.ID - Di saat banyak peternak kecil masih menggunakan proses pemerahan manual dan pengolahan pasca panen yang rentan kontaminasi, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan jalan pintas yang rapi.
Pasto-Milk, alat terintegrasi yang menyatukan tahapan pemerahan dan pasteurisasi otomatis dalam satu alur tertutup.
Baca juga: REEBORN: Tim ChePhy ITB Ubah Limbah Phosphogypsum Jadi Material Strategis, Raih Emas di CIDC 2025
Targetnya pada susu kambing siap konsumsi yang lebih higienis, bernutrisi, dan berumur simpan lebih panjang, sekaligus menambah nilai jual di tingkat peternak.
Inovasi ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan diposisikan sebagai solusi spesifik untuk peternak kambing Sapera, salah satu plasma nutfah yang tengah didorong produktivitasnya.
Secara fungsional, Pasto-Milk bekerja dalam sistem tertutup. Teat cup ditempelkan pada kambing untuk memerah susu, lalu hasil perahan mengalir ke tangki tertutup guna mencegah kontaminasi lingkungan.
Dari sana, cairan dialirkan melalui pompa diafragma menuju bejana penampung akhir setelah melewati proses pasteurisasi HTST (High Temperature Short Time), pada 72°C metode standar yang dikenal mampu menonaktifkan patogen sambil menjaga kualitas gizi dan karakteristik sensoris susu.
Dengan rantai proses seperti ini, titik rawan paparan udara dan mikroba berkurang drastis, sementara keseragaman mutu lebih mudah dijaga di skala peternakan rakyat.
Pasto-Milk juga memiliki panel kontrol dan sensor yang mengotomatiskan sejumlah keputusan operasional.
Setelah parameter pasteurisasi terpenuhi, sistem memberi sinyal selesai sehingga operator tidak perlu mengira-ngira durasi dan suhu, dua faktor yang paling sering memicu kegagalan pengolahan rumahan.
Pendekatan ini gak hanya menekan human error, tapi juga melepaskan waktu peternak untuk pekerjaan bernilai tambah lain seperti pakan, pencatatan produksi, atau penataan distribusi harian.
Kekuatan Pasto-Milk gak cuma pada mesinnya, melainkan pada komposisi tim lintas disiplin yang merumuskannya. Orchidia Ummu Tazkiah dan Hasyim Fathurochman (Teknologi Rekayasa Mesin) memimpin perancangan mekanik dan alur proses, Rifa’i Ma’ruf (Teknologi Rekayasa Elektro) menata otomasi.
Adapun tim instrumentasi Muhammad Faris Mumtaza Ahsan (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) memastikan ketepatan teknologi HTST dan aspek mutu Anisa Tsania Veren (Ilmu dan Industri Peternakan) mengikat kebutuhan pengguna dari ergonomi pemerahan sampai standar kebersihan kandang dan peralatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id