Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 12:04 WIB

IPB Satukan Mahasiswa, Saintis hingga Pembuat Kebijakan Bahas Isu Laut Paling Mendesak

IPB Satukan Mahasiswa, Saintis hingga Pembuat Kebijakan Bahas Isu Laut Paling MendesakMomen pertemuan virtual dalam pembahasan The 7th EMBRIO International Symposium (EIS) (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, melalui ruang virtual membuka forum diskusi internasional, dan mempertemukan mahasiswa, peneliti lintas disiplin, pelaku industri, hingga pejabat pemerintah dari berbagai negara untuk membedah topik yang sama.

Topik mengenai bagaimana menjaga laut tetap sehat, tangguh, dan produktif. Itulah atmosfer The 7th EMBRIO International Symposium (EIS)

Baca juga: Mahasiswa IPB Teliti Kualitas Air Danau LSI, Jadikan Alam ‘Laboratorium Hidup’

Tahun ini, forum bergengsi tersebut diselenggarakan secara daring dan berhasil menjadi titik temu gagasan global tentang biodiversitas, keberlanjutan, serta ketahanan sektor kelautan dan perikanan.

IPB Gak Hanya Penyelenggara Tapi Penghubung

EIS 2025 memosisikan IPB University bukan hanya sebagai penyelenggara, tsapi sebagai penghubung ekosistem pengetahuan dari bangku kuliah hingga meja kebijakan.

Kurasi sesinya dirancang untuk menyeberangkan temuan akademik ke arah implementasi, dari kajian biodiversitas yang memetakan keanekaragaman hayati laut, teknologi penangkapan yang lebih selektif dan ramah lingkungan. 

Sampai pengelolaan sumber daya pesisir yang memadukan dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial.

Di sini, mahasiswa bisa mempresentasikan riset dan mendapat umpan balik langsung dari praktisi maupun pejabat yang sehari-hari bergulat dengan persoalan perikanan di lapangan sebuah jembatan yang jarang tersedia di agenda ilmiah biasa.

Peserta Forum Diskusi

Skala dan kredibilitas forum tercermin dari komposisi pembicara. Selain pakar internal IPB, hadir juga figur kebijakan tingkat nasional dan lima invited speakers dari kampus serta institusi luar negeri. 

Mereka adalah Xiamen University (China), Wageningen University & Research (Belanda), Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia), hingga ICIAAD (Guatemala).

Mereka membawa perspektif regional dan tematik mulai dari dinamika perikanan Asia Tenggara, tata kelola pesisir di Eropa, sampai pembelajaran kolaborasi lintas benua yang memperkaya diskusi dan memetakan tren isu maritim global ke konteks Indonesia.

IPB University memanfaatkan EIS untuk mempertemukan “pengetahuan” dan “kebutuhan” dalam satu kanvas, sehingga solusi yang muncul tidak berhenti sebagai paper, tetapi naik kelas menjadi rencana aksi.

Baca juga: Kota Hujan Siap Diguncang! Agrisymphony 2025 Segera Hadir Meriahkan Dies Natalis IPB University Ke-62

Dengan mengundang akademisi, mahasiswa, dan pejabat dari berbagai negara, forum ini menegaskan peran kampus sebagai simpul kolaborasi, yang mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di sektor kelautan dan perikanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

IPB Satukan Mahasiswa, Saintis hingga Pembuat Kebijakan Bahas Isu Laut Paling Mendesak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!