INDOZONE.ID - Pernah disindir saat presentasi, diketawain pas ide ditolak, atau dicibir gak capable di rapat organisasi?. Di kehidupan kampus, momen-momen seperti itu datang tanpa undangan.
Nah ada pendekatan sederhana namun tegas untuk menanganinya yaitu tips mindset stoik ala Marcus Aurelius tentang reaksi elegan yang menjaga martabat, fokus, dan produktivitas.
Baca juga: 7 Tips Mengatur Keuangan buat Mahasiswa biar Tetap Bisa Nabung dan Gak Boros
Kuncinya itu emosi pertama bukan kompas terbaik. Alih-alih langsung membalas, tahan sebentar, baca situasi, lalu pilih respons yang membuatmu tetap berdaya.
Ini dia 7 tips mindset stoik ala Marcus Aurelius yang bisa kamu terapkan!
Jeda 10 sampai 30 detik untuk memetakan, siapa yang bicara, konteksnya apa, dan dampaknya ke tujuan yang ingin dicapai. Dari sini mahasiswa bisa memutuskan perlu respons atau cukup dicatat untuk ditindaklanjuti setelah forum. Jeda singkat ini memisahkan reaksi impulsif dari keputusan strategis.
Setiap komentar keras menyodorkan pelajaran gratis dari melatih sabar, kontrol emosi, serta mengukur batasan diri. Dengan sudut pandang ini, rasa sakit hati berubah menjadi data untuk perbaikan skill teknis maupun komunikasi.
Ucapan orang lain hanyalah bunyi yang menentukan efeknya adalah penilaianmu sendiri. Validasi dirimu pada karya, data, dan proses bukan pada opini sementara. Prinsip ini menjaga fokus tetap pada kualitas output.
Sering kali komentar pedas lahir dari informasi yang tidak lengkap. Alih-alih terseret debat panjang, tawarkan klarifikasi singkat berbasis fakta. Bila lawan bicara gak mau menerima, simpan energi untuk pekerjaan yang menuntutmu esok.
Perbaiki deck, revisi metodologi, rapikan catatan, hubungi mentor. Saat aksi meningkat, hinaan kehilangan panggung. Bergeraklah di zona yang bisa dikontrol yaitu pikiran, sikap, dan tindakan.
Senyum tipis, ucapan terima kasih, atau respons satu kalimat yang sopan sering lebih menenangkan forum ketimbang paragraf pembelaan. Tenang bukan berarti lemah itu strategi memutus eskalasi.
Kalender, deadline, dan drama kampus akan lewat. Memegang perspektif jangka panjang membuatmu selektif mana yang layak diperjuangkan, mana yang cukup dicatat dan ditinggalkan.
Perlu diingat stoik bukan ajakan menelan perlakuan buruk. Bila terjadi pelecehan atau pelanggaran etik, gunakan kanal resmi laporkan ke dosen pengampu, pembina organisasi, ataupun unit etik kampus. “Elegan” di sini berarti memilih medan yang tepat, bukan membiarkan dirimu diperlakukan semena-mena.
Baca juga: 7 Tips untuk Mahasiswa Biar Setiap Semester Bisa Dipakai Dengan Efektif dan Lulus Cumlaude!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@logikapemuda_